"Itu jadi alat beberapa partai yang terganggu akan direshuffle terus mengembangkan hantu penggulingan dan kemudian cari muka sama SBY, membela habis-habisan. Menteri-menteri yang takut direshuffle, semangat banget mereka bela," ujar Rizal.
Rizal mengatakan itu usai diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak pernah pakai istilah penggulingan, kita pakai perubahan," imbuh dia.
Rizal juga menilai, istilah penggulingan diduga sengaja dibuat oleh pejabat pemerintah. Tujuannya agar istilah penggulingan terlihat dramatis.
Sementara untuk istilah perubahan, menurut Rizal, pihaknya hanya mengingatkan pemerintahan bahwa tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Namun pemerintah tidak perlu takut, jika mementingkan kepentingan rakyat dan menjalankan konstitusi.
"Kalau bahasa Jawanya jangan terlalu jumawa, jangan sombong. Pak Harto jatuh, padahal setahun sebelumnya pada 1997 dia dipilih 100 persen oleh MPR," kata Rizal.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pihak berencana menggelar unjuk rasa memperingati satu tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono. Salah satu isu yang mencuat adalah aksi menggulingkan pemerintahan SBY-Boediono yang disuarakan oleh Rizal Ramli dan Adhie Massardie.
(nik/vit)











































