PDIP: Dominasi Golkar di Pemilu 2014 Cuma Asumsi

PDIP: Dominasi Golkar di Pemilu 2014 Cuma Asumsi

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2010 02:27 WIB
PDIP: Dominasi Golkar di Pemilu 2014 Cuma Asumsi
Jakarta - PDIP menanggapi santai survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) yang menyebut Partai Golkar akan mendominasi dalam Pemilu 2014. PDIP meyakini hasil survey tersebut hanya sekedar asumsi karena dilakukan terlalu dini.

"Survey itu kalau dilakukannya sekarang namanya cuma prediksi isinya ya cuma asumsi, tahun 2014 masih terlalu jauh," ujar Wakil Ketua DPR dari PDIP, Pramono Anung, kepada detikcom, Jumat (15/10/2010).

Namun demikian Pram sepakat dengan survey LSI yang menyebutkan akan ada penyederhanaan parpol dalam Pemilu 2014. PDIP sendiri lebih senang dengan sistem demokrasi yang lebih simpel.

"Kalau penyederhanaan parpol saya setuju, saya pikir pemilu yang ideal dengan 6-7 partai cukup," terang Pram.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) juga tidak yakin Golkar akan mendominasi pada Pemilu 2014. PD meyakini akan kembali memenangkan Pemilu 2014 dengan suara signifikan.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survey bahwa Partai Demokrat yang pada pemilu legislatif 2009 lalu mendapatkan suara 20,9 persen, pada survei yang diadakan pada September 2010 ini diprediksi mengalami penambahan menjadi 26,1 persen. Untuk partai Golkar yang pada pemilu 2009 mendapat suara 14,5 persen diprediksi mengalami penambahan menjadi 17,3 persen. Sedangkan PDIP yang pada Pemilu 2009 mendapat 14 persen suara justru dipredikasi akan berkurang menjadi 13,6 persen.

Bertambah atau berkurangnya dukungan tersebut tergantung dari banyak variabel. Bagi Partai Demokrat, naiknya dukungan ini akibat euforia terpilihnya SBY sebagai Presiden 2009. Namun, jika dibandingkan dengan tahap awal SBY menjadi presiden saat itu, dukungan atas Demokrat saat ini justru merosot.

Sedangkan untuk Golkar, kenaikan tersebut banyak disebabkan oleh naiknya pencitraan Golkar di daerah yang juga menjadi pemenang utama Pilkada 2009-2010. LSI melihat potensi menguatnya dukungan Golkar ini dilihat dari beberapa variabel yang mempengaruhi.
(van/ayu)


Berita Terkait