PD Tak Yakin Golkar Akan Mendominasi pada Pemilu 2014

PD Tak Yakin Golkar Akan Mendominasi pada Pemilu 2014

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2010 01:58 WIB
PD Tak Yakin Golkar Akan Mendominasi pada Pemilu 2014
Jakarta - Partai Demokrat (PD) tidak yakin dengan hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) yang menyebut Partai Golkar akan mendominasi dalam Pemilu 2014. PD meyakini akan kembali memenangkan Pemilu 2014 dengan suara signifikan.

"Survey LSI Saiful Muzani sebelum lebaran jelas sekali PD mendapat 27 persen suara. Golkar diprediksi hanya dapat 12 persen, tidak mungkin menanjak cepat hanya dalam satu bulan," ujar Wasekjen DPP PD, Saan Mustopa, kepada detikcom, Jumat (15/10/2010).

Saan menuturkan Survey yang dilakukan oleh LSI Denny JA tersebut rawan kepentingan. Survey tersebut, menurut Saan, sengaja dilakukan untuk mendongkrak popularitas Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu karena yang melakukan survey adalah konsultan politiknya sendiri," terang Saan.

Saan meyakini, hasil survey yang dilakukan LSI Denny JA tersebut tidak akan terbukti. Apalagi tren kepuasan rakyat terhadap Pemerintahan SBY terus meningkat.

"Kita masih optimis menjadi yang terkuat," tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua. Max mengaku tidak menghawatirkan hasil survey LSI Denny JA yang terkesan menguatkan Golkar.

"Tidak ada yang perlu kita khawatirkan, itu kan cuma prediksi saja. Pemilu 2014 masih terlalu jauh, kita masih punya banyak waktu," tandasnya.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survey bahwa Partai Demokrat yang pada pemilu legislatif 2009 lalu mendapatkan suara 20,9 persen, pada survei yang diadakan pada September 2010 ini diprediksi mengalami penambahan menjadi 26,1 persen. Untuk partai Golkar yang pada pemilu 2009 mendapat suara 14,5 persen diprediksi mengalami penambahan menjadi 17,3 persen. Sedangkan PDIP yang pada Pemilu 2009 mendapat 14 persen suara justru dipredikasi akan berkurang menjadi 13,6 persen.

Bertambah atau berkurangnya dukungan tersebut tergantung dari banyak variabel. Bagi Partai Demokrat, naiknya dukungan ini akibat euforia terpilihnya SBY sebagai Presiden 2009. Namun, jika dibandingkan dengan tahap awal SBY menjadi presiden saat itu, dukungan atas Demokrat saat ini justru merosot.

Sedangkan untuk Golkar, kenaikan tersebut banyak disebabkan oleh naiknya pencitraan Golkar di daerah yang juga menjadi pemenang utama Pilkada 2009-2010. LSI melihat potensi menguatnya dukungan Golkar ini dilihat dari beberapa variabel yang mempengaruhi. (van/ayu)


Berita Terkait