Â
Hasil pantauan Bekasinews.com, komplek yang terendam air yakni Jatibening satu, Jatibening dua, Srigaperi, CKP, Dosen IKIP, komplek AL dan komplek PAM. Sedangkan jalan penghubung yang putus terdapat di Jl Jatibening Raya dan Jl Asam. Untuk di Jl Asam yang menuju komplek Srigaperi terdapat dua aliran air setinggi paha orang dewasa yang memutuskan jalan tersebut.
Â
Arus yang cukup deras terdapat di jalan utama Jatibening menuju Jatimakmur, tepatnya di depan komplek Dosen IKIP. Saking derasnya arus dan tingginya air, beberapa kendaraan roda dua yang mencoba melewati jalan tersebut ogok dan terseret arus.
Â
Ketinggian air di komplek dosen IKIP tepatnya di pintu gerbang komplek mencapai dada orang dewasa, sementara di blok empat yang cukup tinggi ketinggian air terendah setinggi orang dewasa. Meskipun ketinggian air hanya setinggi paha orang dewasa, arus air yang membelah komplek ini cukup deras. Beberapa orang terlihat berjuang keras melawan arus, bahkan ada beberapa di antara mereka terjatuh akibat derasnya arus air tersebut.
Â
Komplek dosen IKIP yang dihuni sekitar 400 KK hampir semua rumah yang ada di komplek ini terendam kecuali belasan rumah yang ada di RT 06 RW 02 yang hanya jalanannya digenangi air.
Â
Sampai berita ini diturunkan, beberapa keluarga yang rumahnya terendam mulai mengungsi ke rumah kerabatnya yang rumahnya tidak terendam. Begitu juga dengan kendaraan roda empat milik penghuni komplek berjejer di jalan yang ada disamping komplek ini. (Arif Hidayat/bekasinews.com)
(van/ayu)











































