Kondisi Membaik, Winfaidah Rindu Jumpa Anaknya

Kondisi Membaik, Winfaidah Rindu Jumpa Anaknya

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2010 19:33 WIB
Kondisi Membaik, Winfaidah Rindu Jumpa Anaknya
Kuala Lumpur - Alangkah gembiranya perasaan Winfaidah (26), TKW asal Lampung yang disiksa majikannya di Malaysia, ketika  diperlihatkan foto putrinya, Misela Maharani (2) yang dibawa adiknya, Ernawati. Keduanya dipertemukan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia cabang Kuala Lumpur di Rumah Perlindungan di Bukit Ledang, Kamis (14/10/2010).

Minister Konsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta mengungkapkan, Winfaidah terharu melihat foto anaknya diceritakan sudah pandai bicara. Apalagi sudah 2 tahun tidak berjumpa buah hatinya tersebut.

"Waktu lihat foto anaknya, dia menangis. Seperti haru rindu. Adiknya cerita Misela sekarang sudah bisa bicara. Karena waktu ditinggal untuk kerja,anaknya masih sangat bayi dan belum bisa bicara," kata Widyarka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widyarka juga mengatakan, saat ini Winfaidah sudah mampu memberikan keterangan dengan jelas peristiwa kekerasan yang dialaminya. Kondisi kesehatan yang bersangkutan sudah membaik, tinggal bekas luka di kaki yang masih diperban.

"Dia juga sudah bisa jelaskan secara runtut dan jernih," lanjut Widyarka.

Pejabat kedutaan yang pernah kuliah di Jepang ini juga menjelaskan, penyelesaian hukum kasus kekerasan yang dialami Winfaidah menjadi prioritas bagi pemerintah Malaysia, karena Winfaidah termasuk korban human trafficking.  Bahkan KBRI sudah menunjuk kantor pengacara Hanif and Partners sebagai lawyer wacthing brief selama proses pengadilan berlangsung.

"Persidangan kedua majikannya akan berlangsung besok. Lawyer yang ditunjuk juga akan mendampingi Winfaidah selama dalam proses penyelesaian gaji yang akan difasilitasi Kantor Tenaga Kerja dan Pengadilan Perdata," jelasnya.

Selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Winfaidah mengalami penyiksaan dan pemerkosaan oleh majikannya di Pulau Penang, Malaysia. Bukan hanya fisik, Winfaidah juga mengalami trauma psikis yang cukup berat.

Winfaidah dibuang majikannya ke jalan raya dalam kondisi yang lemah lunglai dan terluka pada 13 September 2010 lalu. Dia ditemukan oleh warga setempat dan oleh polisi Penang langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah pulih dari depresi, barulah Winfaidah bisa menceritakan kejadian yang menimpanya kepada polisi. Atas laporan tersebut, Kepolisian Pulau Penang lalu menghubungi KBRI di Kuala Lumpur dan menangkap pasangan suami istri majikan Winfaidah pada 17 September  2010.

Sejak 3 Oktober 2010, berdasarkan keputusan Pengadilan Pulau Penang, Winfaidah dititipkan sementara di rumah perlindungan Bukit Ledang dalam jangka waktu paling lama 3 bulan, karena keterangannya masih diperlukan.
(rmd/ayu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads