Timur Diminta Tidak Jadikan Polwan Sebagai Aksesoris Saja

Timur Diminta Tidak Jadikan Polwan Sebagai Aksesoris Saja

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2010 19:09 WIB
Timur Diminta Tidak Jadikan Polwan Sebagai Aksesoris Saja
Jakarta - Karir polisi wanita di tubuh Polri dinilai kurang mendapat perhatian. Ada kesan polwan hanya dijadikan aksesoris saja. Calon Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo diminta lebih memperhatikan persoalan tersebut.

"Polwan jangan hanya dijadikan aksesoris. Perhatikan karirnya," kata anggota Komisi III DPR dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/10/2010).

Menurut Eva, hanya sedikit polwan yang menduduki jabatan penting di tubuh Polri. Bahkan di tingkat Polres pun masih sedikit yang dipimpin perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan ada diskriminasi gender di tubuh Polri," tegasnya.

Selain menyoroti soal polwan, Eva juga mengkritisi pernyataan Timur soal rencana merangkul Front Pembela Islam (FPI) sebagai bantuan keamanan. Menurut Eva, tindakan itu mengecewakan dan tidak mendukung upaya toleransi beragama.

"Kami agak kecewa dengan pernyataan akan mengajak FPI bersama soal keamanan. Lalu soal istilah keroyok reserse juga saya nilai berkesan anarkis," sambungnya.

Menjawab hal ini, Timur menegaskan tidak ada diskriminasi dalam tubuh Polri bagi wanita. Menurut Timur, sistem kepangkatan di Polri sudah sesuai dengan aturan.

"Tidak ada diskriminasi gender. Semua sama dalam karir, tapi ada syarat dan mekanismenya," jawab mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Terkait kebebasan beragama, Timur mengaku hanya menjalankan perintah UUD 1945. Polisi hanya menjamin keamanan para pemeluk agama untuk menjalankan ibadah masing-masing.

"Kita jamin sesuai UUD 45 kemerdekaan menjalankan kebebasan beragama, polisi tidak pernah melarang orang menjalankan kehidupan beragama. Polisi mengamankan supaya tidak terjadi gangguan keamanan, membantu kegiatan keagamaan berjalan aman, baik tanpa ada diskriminasi," paparnya.

(mad/van)


Berita Terkait