"Pemerintah perhatikan betul persoalan yang dialami bandara yang kapasitasnya jauh di bawah situasi sekarang. Contoh yang paling konkret kita lihat sehari-hari adalah Bandara Soekarno-Hatta," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, dalam jumpa pers usai rapat di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2010).
Rapat antara lain diikuti oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah, pejabat terkait di Kementerian Perhubungan, serta perwakilan PT Angkasa Pura I dan II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di masa Lebaran 2010 kemarin, pergerakan pesawat terlihat sudah sangat padat. Di dua landasan saja, terjadi gerakan pesawat sampai 60 pesawat per jam. Padahal dengan dua landasan itu, standarnya hanya cukup untuk 52 pesawat per jam.
"Artinya segera diperlukan perluasan Bandara Soekarno-Hatta. Sekarang saja sudah kayak terminal bus gitu," katanya.
Menurut Yopie, perluasan Bandara Soekarno-Hatta itu antara lain dengan menambah dua terminal lagi serta satu landasan pacu. Saat ini, di bandara tersebut ada tiga terminal. Penambahan terminal menyangkut pembebasan tanah, karenanya rapat sore tadi mengundang Gubernur Banten.
Yopie melanjutkan, PT AP II sudah menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 1 landasan tambahan itu pada 2015. Namun, Boediono meminta agar AP II mempercepat pembangunannya sehingga selesai pada 2013.
"Ini akan disegerakan sehingga bandara akan bertambah kapasitasnya dan memberi kenyamaman penumpang," ucap Yopie.
Untuk proyek perluasan bandara Soekarno-Hatta, imbuh Yopie, pemerintah akan membentuk tim interdep terpadu dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. Kementerian BUMN membuka diri untuk berbagai skim, di antaranya dengan menggandeng swasta dengan mekanisme Public Private Partnership.
"Itu bukan berarti bandaranya dijual. Tapi pengelolaannya swasta bareng dengan pemerintah," terang Yopie.
Ditambahkan mantan Pimpinan Redaksi Harian Kontan ini, perluasan bandara juga dilakukan terhadap Bandara Ngurah Rai, Bali. Bandara tersebut saat ini sudah sangat padat, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi keselamatan penumpang. Proyek terakhir ini sudah beberapa kali dibicarakan dan programnya segera bergulir.
(irw/fay)











































