"Kenapa harus jauh-jauh ke Jepang. Untuk mencari orang yang membuat Jembatan Ampera?, ya kalau orangnya masih ada, kan sudah puluhan tahun,"Β jelas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Palembang, Apriadi S Busri, kepada wartawan di Kantor Pemkot Palembang, Kamis (14/10/2010).
Hal ini disampaikan Apriadi menyudul wacana yang beredar bahwa Pemkot Palembang diminta melibatkan Jepang dalam pengecekan kondisi Jembatan Ampera.
Menurut Apriadi, Indonesia sudah punya tenaga ahli dalam bidang jalan dan jembatan. Bahkan para ahli tersebut sudah sangat menguasai masalah beton, betel dan seluk beluk pembangunan jembatan. Pengecekan konstruksi Jembatan Ampera, menurut Apriadi, sudah bisa diatasi Kementerian PU.
Terkait kontraktor Jepang yang membuat Jembatan Ampera, diakui Apriadi bahwa data-data konstruksi Jembatan Ampera sudah tersimpan di Kementerian PU. Sehingga mereka sudah bisa mengatasinya.
"Kalau di pusat itu Kementerian PU. Berhubung Jembatan Ampera adalah milik negara jadi ditangani khusus Kementerian PU dan kalau di sini melalui Balai Besar Penyelenggaran Jalan Nasional III," kata Apriadi.
Jembatan Ampera terbakar pada hari Minggu (10/10) pukul 21.45 WIB. Jembatan ini terbakar selama satu jam hingga badan jembatan ini bengkok.
Puslabfor Mabes Polri Polda Sumsel memeriksa penyebab kebakaran puluhan kios di bawah jembatan Ampera, Palembang. Puslabfor mengambil sampel di lokasi kebakaran.
(tw/van)











































