"Kami masih menyelidiki siapa oknum pelaku itu. Dan kami juga belum bisa memastikan pelaku dari anggota kepolisian," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Susatyo Purnomo Chondro saat dihubungi wartawan, Kamis (14/10/2010).
Menurut Susatyo, tidak ada perintah kepada anggota kepolisian untuk melakukan penembakan dan tidak ada operasi bajingan loncat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susatyo juga telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyisiran untuk mencari proyektil peluru.
"Naun dari hasil lapangan tidak ditemukan adanya proyektil peluru di TKP, sehingga belum ada petunjuk," kata Susatyo.
Sementara itu, Indra yang terbaring di Rumah Sakit Koja tengah menjalani operasi pada bagian perut sebelah kanan, betis kanan, dan pada jari sebelah kanan juga. "luka yang dideritanya cukup serius," terang dokter jaga RSUD Koja dr. Hermansyah.
Hermansyah melanjutkan, pihaknya tidak menemukan proyektil-proyektil peluru pada bagian tubuh korban yang tertembak.
Diketahui, Satria tinggal di Rawabinangun, Rawabadak, Jakarta Utara, tersebut terkena luka tembak di perut sebelah kanan, jari tengah tangan kanan, dan betis kanan.
Kejadian tersebut terjadi pada, Rabu (13/10) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB di depan SMPN 244, Jalan Arteri Marunda, Jakarta Utara.
Β
Saat itu Satria tengah berkumpul bersama teman-temannya dan tiba-tiba ada beberapa aparat berpakaian preman hitam-hitam, mengejar sejumlah anak muda sambil melepaskan tembakan. Saat terdengar suara tembakan, Satria langsung terkapar bersimbah darah dan dibawa ke RSUD Koja.
(fiq/anw)











































