LSI: Golkar Berpotensi Mendominasi pada Pemilu 2014 Mendatang

LSI: Golkar Berpotensi Mendominasi pada Pemilu 2014 Mendatang

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2010 15:31 WIB
LSI: Golkar Berpotensi Mendominasi pada Pemilu 2014 Mendatang
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) diprediksi akan mengalami penguatan basis dukungan pada Pemilu 2014 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang kembali me-launching hasil surveinya.

"Golkar potensi kembali mendominasi. Bersaing dengan Demokrat, dibayangi PDIP," ujar peneliti LSI, Barkah Pattimahu, dalam jumpa persi di Pisa Cafe, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2010).

Menurut LSI, dukungan terhadap sejumlah partai politik mengalami perubahan sejak Pemilu 2009 silam. Partai Demokrat yang pada pemilu legislatif 2009 lalu mendapatkan suara 20,9 persen, pada survei yang diadakan pada September 2010 ini diprediksi mengalami penambahan menjadi 26,1 persen. Untuk partai Golkar yang pada pemilu 2009 mendapat suara 14,5 persen diprediksi mengalami penambahan menjadi 17,3 persen. Sedangkan PDIP yang pada Pemilu 2009 mendapat 14 persen suara justru dipredikasi akan berkurang menjadi 13,6 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertambah atau berkurangnya dukungan tersebut tergantung dari banyak variabel. Bagi Partai Demokrat, naiknya dukungan ini akibat euforia terpilihnya SBY sebagai Presiden 2009. Namun, jika dibandingkan dengan tahap awal SBY menjadi presiden saat itu, dukungan atas Demokrat saat ini justru merosot.

Sedangkan untuk Golkar, kenaikan tersebut banyak disebabkan oleh naiknya pencitraan Golkar di daerah yang juga menjadi pemenang utama Pilkada 2009-2010. LSI melihat potensi menguatnya dukungan Golkar ini dilihat dari beberapa variabel yang mempengaruhi.

Pertama, faktor popularitas orang pertama di partai. Menurut LSI, pada variabel pertama ini SBY sebagai tokoh utama PD mencapai tahap sudah optimum, sedangkan Megawati mencapai tahap optimum. Sementara popularitas Aburizal Bakrie atau Ical dianggap belum optimum.

"Aburizal Bakrie belum berada pada titik optimum. Publik yang mengenal Aburizal masih sekitar 70 persen dan publik yang menyukainya masih sekitar 50 persen. Jika popularitas Aburizal meningkat seperti SBY dan Megawati, niscaya Golkar akan terdorong ke atas secara signifikan. Jika Aburizal Bakrie mampu membuat pamornya setara dengan SBY dan Megawati, tak mustahil Golkar kembali memimpin di 2014," tuturnya.

Kedua, faktor kekuatan institusi seperti jaringan, SDM, dan pengalaman. Pada variabel ini Partai Demokrat dan PDIP dianggap moderat, sedangkan Golkar dianggap lebih kuat.

"Sampai hari ini Golkar tetap menjadi partai yang tingkat kelembagaannya paling kokoh. Keunggulan ini membuat Golkar cepat untuk bangkit kembali," ucapnya.

Ketiga, faktor kekuatan dana. Dalam variabel ini lagi-lagi Golkar dianggap lebih kuat daripada Demokrat dan PDIP yang dianggap masih moderat.

Dikatakan Barkah, pertarungan pemilu ditentukan juga oleh sumber dana. Jumlah dana yang besar membuat partai mampu menyewa profesional kelas satu dan membuat program yang masif.

"Siapa yang punya finansial memadai, dia yang menentukan arah legalitas publik. Karena dia yang punya kemampuan untuk melakukan konsolidasi partai. Golkar memiliki potensial memiliki sumber dana terbesar dari semua partai yang ada, mengingat posisi ketua umumnya yang sempat menjadi orang terkaya di Indonesia," jelas Barkah.

Keempat, faktor trend dukungan. Dalam variabel ini, hanya PDIP yang mendapat trend dukungan stabil, sedangkan Demokrat dan Golkar tren dukungannya cenderung menanjak.

"Partai Demokrat sudah menembus angka 30 persen, saat ini memang sedikit menurun ke 26 persen. Sementara Golkar cenderung meningkat," terangnya.

Survei ini dilakukan pada awal September-Oktober 2010 dengan menggunakan metode multistage random sampling, yakni wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Jumlah responden 1.000 orang yang tersebar di 33 provinsi. Margin of error sebesar kurang lebih 3,2 persen.
(nvc/anw)


Berita Terkait