"Sebagian besar publik, sekitar 59,4 persen menyatakan, jumlah parpol paling banyak lima. Dan yang tak setuju pembatasan parpol sekitar 3,5 persen," peneliti LSI Network, Barkah Pattimahu, dalam keterangan pers hasil survei 'Menuju Sistem 5 Parpol 2014 dan Menguatnya Golkar' di Pisa Kafe, Jl Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2010).
Survei ini digelar LSI Network pada akhir September-awal Oktober 2010, menjelang setahun pemerintahan SBY-Boediono. Survei dilakukan terhadap 1.000 responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, 73,8 persen orang menilai jumlah partai politik terlalu banyak. Sementara 7,9 persen orang menilai jumlah parpol yang ada sudah cukup atau terlalu sedikit.
Barkah menyatakan, bila opini publik ini menjadi sandaran membangun sistem kepartaian baru di Indonesia, maka jumlah partai politik di parlemen setelah tahun 2014 akan berkurang drastis. Berdasarkan survei LSI ini, partai politik yang diprediksi lolos dengan minimal PT 5 persen, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKS dan PAN.
Lanjut Barkah, setahun pemerintahan SBY-Boediono ini menunjukan ada tiga polarisasi partai politik. Pertama, parpol yang dukungannya bertambah dibanding perolehan suara di Pemilu 2009 lalu, yaitu PD dan Partai Golkar. Dukungan terhadap PD naik dari 20,9 persen di tahun 2009 menjadi 26,1 persen. Sementara, Partai Golkar naik dari 14,5 persen (2009) menjadi 17,8 persen.
Kedua, parpol yang relatif stabil. Perolehan dukungan parpol itu kurang lebih sama dengan perolehan suara pemilu, yaitu plus minus sekitar 1 persen yaitu PDIP dan PAN. Ketiga, parpol yang perolehan dukungannya menurun di atas 1 persen di banding pemilu 2009, yaitu PKS, PPP, PKB, Partai Gerindra dan Partai Hanura.
Partai Golkar
Partai Golkar diprediksikan akan kembali merebut kemenangan dalam Pemilu 2014. Hal ini menurut Barkah, banyak disebabkan naiknya pencitraan Partai Golkar di daerah.
"Selaku pemenang utama dalam Pilkada 2009-2010, mesin partai sudah menggeliat mempromosikan calon kepala daerah, sekaligus ajang promosi untuk parpolnya sendiri," jelasnya.
Alasan Partai Golkar menguat, karena sampai saat ini Golkar secara kelembagaan paling kokoh baik SDM, jaringan politik dan pengalaman. Parpol ini juga dianggap sebagai parpol yang bisa cepat kembali bangkit, di mana sejak jatuh di tahun 1999-2009 mengalami kemenangan dan kekalahan, yang tipis.
(zal/fay)











































