Selain pemandangan indah dan kekayaan budaya, masakan khas juga menambah pengalaman menarik Yudi dan Rini ketika tiba di Desa Tenganan. Di antara yang berkesan yakni sayur asem kecemcem dan urap paku.
"Rasanya mantap, baru kali ini aku makan sayur asem kecemcem. Ada kacangnya, pake minyak juga tapi minyaknya dari minyak kelapa yang dibuat sendiri. Pokoknya enak banget deh rasanya," sambung Yudi, ketika dihubungi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku juga sempat menyicipi urap 'paku'. Hampir sama kaya urap biasa, tapi ini terbuat dari tanaman 'paku'. Aromanya wangi banget dan rasanya juga enak," lanjut Rini lagi.
Desa Tenganan merupakan desa tertua di Bali dan memiliki keunikannya dari desa lainnya. "Budayanya sangat menarik, masyarakatnya masih mempertahankan dan memberlakukan hukum adat," ujar Rini.
"Walaupun desa ini sangat tradisional karena masyarakatnya tetap mempertahankan adatnya, tapi desa ini tidak lepas dari modernisasi dan teknologi, seperti telpon dan internet," timpal Yudi.
"Bahkan desa ini sudah mengenal demokrasi sejak lama. Segala sesuatunya dimusyawarahkan," lanjut Yudi lagi.
Pengalaman para peserta ACI lainnya dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































