"Papua adalah tujuan wisata idaman yang harus di datangi. I just can say that it's like a heaven," ujar Sukma, ketika dihubungi detikcom,.
"Tidak hanya memiliki keindahan pantai dan alamnya, tapi di Papua juga memiliki keunikan makanan, pakaian dan budaya yang gak semua daerah miliki," lanjut Sukma yang biasa dipanggil Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan menuju Papua, mereka mempunyai pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi keduanya. "Kita ketinggalan pesawat tadi ketika transit di Jayapura. Tapi hal tersebut tidak membuat saya sedih karena saya berkesempatan bertemu dengan manajer Garuda, beliau cerita sejarah mengenai Garuda dan masa kecilnya," tutur Dede, seorang karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan swasta.
"Ini merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi saya. Mungkin orang lain tidak tahu kalau pada tahun 1982, Garuda terbang ke Los Angeles. Jadi saya bangga sekali bisa mengetahuinya langsung dari beliau," sambungnya.
Lain halnya dengan Ayos, rekan satu tim Dede. "Tadi gak sengaja saya bertemu dengan teman lama, seharusnya dia di Jerman. Saya harus bersyukur kepada ACI karena telah mengirim saya ke Papua, akhirnya saya dapat bertemu dengannya," ujar Ayos.
"Ini seperti mimpi bagi saya. Mungkin semua orang pernah dengar Dejavu, tapi sekarang saya mengalaminya," lanjutnya.
Pengalaman Dede dan Ayos serta peserta ACI lainnya dapat dilihat di Jurnal Petualang ACI.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































