Aktivitas Naik, Merapi Tetap Menyimpan Daya Tarik

Aktivitas Naik, Merapi Tetap Menyimpan Daya Tarik

- detikNews
Kamis, 14 Okt 2010 12:02 WIB
Boyolali - Meskipun aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Khusus Yogyakarta (DIY) menunjukkan kenaikan, namun daya tariknya tetap tinggi. Pendaki dari domestik maupun luar negeri tetap berdatangan.

Pos pendakian di Selo, Boyolali, mengaku telah menolak lebih dari 200 orang pengunjung domestik yang hendak mendaki. Sedangkan pendaki asing tetap saja berdatangan.

Pos pendakian Bara Meru di Dusun Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, ditutup sejak beberapa pekan lalu seiring peningkatan aktivitas Merapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun demikian, masih banyak juga orang terus berdatangan untuk mendaftarkan diri hendak mendaki salah satu gunung paling aktif di dunia tersebut.

Petugas Pos Selo tersebut, Syamsuri, mengatakan sejak sebulan terakhir, justru terjadi peningkatan peminat untuk mendaki. Sebagian besar calon pendaki justru mengatakan termotivasi melihat dari dekat peningkatan aktivitas itu dari dekat.

"Namun setelah kami beritahu berbagai resikonya, mereka bisa memahami dan mengurungkan niat. Hingga saat ini sudah lebih dari 200 orang calon pendaki domestik yang urung mendaki melalui Pos Selo ini," ujar Syamsuri, Kamis (14/10/2010).

Menurut Syamsuri, hingga saat ini masih ada beberapa wisatawan asing yang tetap melakukan pendakian dengan diantar oleh pemandu perjalanan lokal. Kepada para pemandu lokal itu, Syamsuri yang juga anggota SAR Merapi, mengingatkan agar terus mewaspadai setiap perkembangan.

"Hampir setiap hari selalu ada wisatawan yang datang bersama pemandu lokal. Saya sudah menyarankan agar pendakian hanya berhenti di kawasan Pasar Bubrah, sekitar perjalanan satu jam dari puncak. Sesampai di Pasar Bubrah harus berhenti dan kembali turun," ujarnya.

Sementara itu, meskipun dilaporkan terjadi peningkatan aktivitas vulkanis namun warga penghuni lereng di sisi Kecamatan Selo tidak menunjukkan kepanikan.

Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, lokasi di berbagai lokasi wisata juga masih didatangi warga atau pasangan anak sekolah yang membolos.

(mbr/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads