mengenai keselamatan transportasi. Di hari kedua ini, keselamatan transportasi udara dan laut yang akan menjadi isu utama.
Rabu (13/10/2010), kemarin, Boediono mengundang beberapa pejabat terkait untuk mencari solusi keselamatan transportasi darat, khususnya kereta api (KA). Rapat berlangsung selama 2,5 jam dari siang hingga sore hari.
Kamis (14/10/2010) ini, dua tema mengenai keselamatan transportasi udara dan laut digabung menjadi satu. Rapat dijadwalkan akan dimulai pukul 14.00 WIB, di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Perkeretaapian diminta untuk merevitalisasi dan memodernisasi sistem sinyal, yang lalu disanggupi selesai pada 2011 mendatang. Operator KA juga diminta memasang alat-alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti anti collision device.
Di samping itu, Boediono juga memerintahkan agar segera dilakuakan sertifikasi para masinis dan ahli-ahli teknis KA. Masinis dan operator KA yang sudah mulai pensiun harus diganti dengan sistem perekrutan yang terencana.
"Hal lain adalah pemisahan hal-hal yang masuk dalam ranah regulator dan operator sesuai UU. Misalnya bagaimana pengelolaan stasiun, rel, dan sinyal bisa dipisahkan secara tegas siapa yang bertanggung jawab antara operator dan regulator. Ini saya kira akan mengikuti peraturan yang sudah ada, yaitu UU Perkeretaapian No 23/2007," ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dalam jumpa pers usai rapat.
(irw/anw)










































