"Saya rasa fit and proper untuk Pak Timur hari ini akan berjalan seru, terlebih saat nantinya Komisi III melakukan pendalaman terhadap rekam jejak Pak Timur," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada detikcom Kamis (14/10/2010).
Menurutnya banyak hal yang harus digali oleh komisi hukum kepada mantan Kapolda Metro Jaya tersebut. Terutama yang berkaitan dengan temuan Komnas HAM atas dugaan terkait pelanggaran HAM dalam beberapa kerusuhan besar di Jakarta mulai dari tahun 1998, 1999 dan terakhir saat insiden Ampera beberapa minggu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjelasan ini penting untuk menjawab keraguan publik," lanjut Pram.
Selain dugaan keterkaitan Timur dalam sejumlah insiden pelangggaran HAM, penting juga bagi Komisi III untuk mempertanyakan peningkatan jumlah kekayaan Timur yang dalam dua tahun sejak 2008 berkisar 2,1 milliar meningkat signifikan menjadi 4,410 milliar.
"Terlihat ada peningkatan signifikan saat dua tahun terakhir, dimana itu saat Timur menjadi Kapolda mulai di Jawa Barat," imbuh pria berkacamata ini.
Pram berharap Komisi III akan menggunkan kewenangannya dengan baik saat melakukan uji kepatutan dan kelayakan nanti.
"Saya harap kewenangan itu digunakan dengan baik, dari berbagai masukan yang ada Komisi III harus bisa mendalaminya," kata politisi PDIP ini.
"Dan saya kira ini lebih seru jika dibandingkan fit and proper tes Panglima TNI kemarin ataupun saat Kapolri BHD dulu," tegas Pram.
Jika tidak ada halangan, menurut Ketua Komisi III Benny K Harman kemarin, uji kepatutan dan kelayakan akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Benny berharap proses uji kepatutan dan kelayan besok akan berjalan sesuai prosedur.
"Yang jelas besok (hari ini) kita akan tanyakan mengenai visi dan misi serta strategi beliau ke depan, terutama untuk menyeselesaikan problem di internal Polri, seperti konsep dia untuk menyelesaikan rekening gendut para perwira tinggi, mengatasi mafia pajak dan berbagai masalah lainnya," kata Benny.
(lia/her)











































