Pantauan detikcom, Kamis (14/10/2010) ada sekitar 300-an warga dari berbagai desa yang duduk lesehan di tenda darurat beralaskan tikar, bahkan sebagiannya beralaskan rumput. Tenda itu baru didirikan tadi Rabu malam. Tak tampak adanya kursi sama sekali di tenda itu.
Warga yang masuk ke lingkungan tenda tersebut diperiksa oleh anggota TNI dan anggota Paspampres dengan alat metal detector.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manokwari Letkol Edward Sitorus.
Mereka kemudian masuk ke Posko bersama rombongan menteri dan menjelaskan penjelasan dari Bupati Teluk Wondama, Albert H Torey.
Albert menjelaskan bahwa hutan di sekitar Wasior 80 persen adalah hutan konservasi, dengan kecuraman lereng bukit mencapai 70 derajat. Banjir yang terjadi pada Senin 4 Oktober pagi bersumber dari 4 sungai.
"Banjir yang disebabkan dari Kali Sanduai, Kali Rado, Sungai Anggris dan Sungai manggurai, 4 ini yang menjadi sumber," papar Albert.
Namun Albert masih bersyukur karena banjir terjadi pagi hari, sebelum anak-anak berangkat ke sekolah yang berpotensi memakan korban lebih banyak. Banjir itu membawa material kayu dan batu besar.
Albert pun memaparkan data korban meninggal, luka berat, luka ringan bahkan yang masih hilang.
"Kami sudah mengeluarkan surat tanggap daruat dari 4-18 oktober. Yang meninggal 150 (orang), hilang 123 (orang), luka berat 128 (orang), ringan 660 (orang), kami terus mencari korban dan banyak laporan warga yang hilang. Dampak yang paling parah, 3 distrik," jelas Albert.
(nwk/nwk)











































