Menu Jamaah: Masakan Indonesia Dilengkapi Buah, Teh & Kopi

Laporan Haji

Menu Jamaah: Masakan Indonesia Dilengkapi Buah, Teh & Kopi

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2010 23:13 WIB
Menu Jamaah: Masakan Indonesia Dilengkapi Buah, Teh & Kopi
Madinah - Berada di negeri orang, makanan biasanya akan menjadi persoalan. Tapi jamaah haji Indonesia sepertinya tidak akan terlalu merindukan makanan khas Tanah Air. Menu katering untuk jamaah wajib bercitarasa negeri kita.

Perusahaan katering untuk jamaah haji di Madinah dipastikan telah memenuhi kriteria yang diminta pemerintah Indonesia. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Subakin Abdul Muthalib mensyaratkan katering untuk jamaah harus bersih, tidak basi dan didistribusikan dengan baik.

Selain itu menu untuk jamaah juga harus memenuhi selera orang Indonesia dan variatif agar tidak membosankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan selalu rewel pada perusahaan katering. Kita minta agar memenuhi selera Indonesia. Dari hasil peninjauan tadi soal rasa sudah terpenuhi," kata Subakin usai meninjau perusahaan katering Al Mazroi, Rabu (13/10/2010).

Koki di Al Mazroi catering semuanya adalah orang Indonesia. Sementara pekerja dari Burma yang melakukan pekerjaan memotong-motong bahan masakan dan melakukan packing makanan.

Saat ditinjau, Al Mazroi telah menyiapkan menu makan siang yang berupa nasi, sayuran oseng buncis dan wortel, ikan balado, dan lalapan. Menu juga dilengkapi buah-buahan berupa apel atau jeruk dan air mineral.

"Kami juga memberikan teh, kopi, susu dan gula untuk persediaan selama 9 hari di Madinah," jelas salah seorang pekerja katering sambil menunjukkan kemasan teh, kopi, gula dan susu tersebut.

Subakin meninjau peralatan dan perlengkapan masak yang berupa alat pemanas, pengepakan makanan dan penyimpanan bahan makanan.

"Setelah melihat gudang, beras masih cukup untuk 15 hari ke depan. Jadi tidak perlu khawatir stok katering akan kekurangan," tegas Subakin.

Juru masak katering juga telah memenuhi standar pemerintahan Arab Saudi. Kebersihan makanan dan tempat memasaknya juga sudah memenuhi syarat.

"Jangan sampai ada makanan yang busuk. Kalau sampai nanti ditemukan melanggar persyaratan ya kita ganti dengan katering lain," kata Subakin.

Untuk kebutuhan makanan jamaah haji di Madinah, pemerintah Indonesia menggandeng 10 perusahaan katering. Selain meninjau perusahaan katering Al Mazroi, Subakin juga meninjau perusahaan katering Al Hadaeri. Dua perusahaan katering ini berada di kawasan Jabal Uhud.

(iy/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads