"Kalau besok semuanya lancar, pukul setengah 8 malam kita akan rapat dan pukul 9 malam sudah keluar keputusan tentang Bapak menjadi pengganti Kapolri," kata Trimedya kepada Timur di kediaman Timur, Jalan Kucica VIII No 5, Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (13/10/2010).
Timur tersenyum mendengar kata-kata Trimedya. Sebelum meninggalkan rumah mantan Kapolda Metro Jaya itu, para anggota Komisi III DPR memang menyampaikan sepatah dua patah kata kepada pemilik rumah.
Usai pertemuan, anggota Komisi III dari FPAN Tjatur Sapto Edy mengatakan, berbagai masukan dari masyarakat terkait Timur akan diterima sebagai bahan fit and proper test yang digelar besok.
"Tadi juga ada masukan dari Komnas HAM, PPATK, Kompolnas, dan KPK. Itu akan jadi bahan utama besok untuk ditanyakan kepada calon Kapolri," ucap Tjatur.
Dalam pertemuan antara Komisi III dengan keluarga Timur, para anggota dewan lebih banyak bertanya tentang keluarga. Soal kemungkinan adanya bisnis, tidak ditanyakan.
"Secara implisit Pak Timur sudah menyatakan tidak ada (bisnis). Rumahnya saja tidak ada selain yang di sini. Jadi apa yang disampaikan KPK, PPATK relatif sesuai. Untuk pendalamannya besok pagi," sambung pria berkacamata ini.
Apa manfaat kedatangan ini kalau pertanyaan seputar keluarga? "Saudara bisa rasakan apakah keluarga ini harmonis atau tidak. Apakah keluarga ini mendukung orang jadi nomor satu atau tidak," kata Tjatur.
Dia menyampaikan, secara pribadi cukup puas dengan jawaban Timur, terutama jawaban yang disampaikan oleh istri Timur.
"Dia (istri Timur) tidak pernah absen dari Bhayangkari dan juga selalu mendukung karir Pak Timur sejak dari bawah. Jawaban dari Bu Timur itu mewakili jawaban seluruh keluarga untuk mendukung Pak Timur," terang Tjatur.
Pada Senin (4/10) malam, Presiden SBY secara resmi mengirimkan Komjen Timur Pradopo sebagai calon Kapolri kepada DPR. Surat tersebut secara resmi akan disampaikan ke DPR pada sidang paripurna yang berlangsung 5 Oktober.
(vit/fay)











































