Dituding Dekat dengan Ormas, Timur Akui Bagian dari Pembangunan Negara

Dituding Dekat dengan Ormas, Timur Akui Bagian dari Pembangunan Negara

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2010 18:15 WIB
Dituding Dekat dengan Ormas, Timur Akui Bagian dari Pembangunan Negara
Jakarta - Calon Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo disebut-sebut punya kedekatan dengan sejumlah ormas. Timur pun mengakui kedekatannya dengan ormas merupakan bagian dari pembangunan negara.

"Itu bagian dari pembangunan negara. Saya ini kalau berdinas selalu mempelajari karakteristiknya," kata Timur saat ditanyai anggota Komisi III Syarifuddin Suding di rumah Timur,Β  Jl Kucica VIII No 5, Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (13/10/2010).

Timur mengaku dekat dengan jawara di Banten dan sering mengunjungi tiap pesantren saat bertugas di Banten dahulu. Jika memang dari mereka ada yang melanggar hukum, tetap harus dihukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena tugas polisi dan tidak sendirian. Semuanya harus dibedakan. Kalau mereka sadar hukum dan mereka tidak melanggar hukum, itu bagian dari hukum juga," ungkapnya.

Saat ditanyakan mengenai uang Rp 450 juta yang tidak jelas asalnya di rekeningnya, Timur mempersilakan untuk bertanya kepada pihak yang berwenang. "Saya kira silakan tanyakan ke KPK," katanya.

Sebelumnya 20 anggota Komisi III DPR mengunjungi rumah Timur. Sedangkan fit and proper test sendiri akan berlangsung besok Kamis 14 Oktober. Kunjungan Komisi III DPR dalam rangka ingin mengetahui lebih dekat keluarga calon Kapolri.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, PPATK dan KPK mengadakan RDP dengan Komisi III terkait fit and proper test calon Kapolri yang akan digelar besok. PPATK menemukan saldo di rekening Timur total berjumlah Rp 78 juta. PPATK tidak menemukan adanya transaksi mencurigakan di 3 rekening Timur.

Namun berbeda dengan PPATK, KPK justru menemukan uang Timur total berjumlah Rp 4,41 miliar. Dari total uang tersebut, ada harta senilai Rp 435 juta yang sumbernya tidak jelas. Penemuan KPK ini pun belum dikonfirmasikan kepada Timur. Meski begitu, belum ada indikasi korupsi di dalamnya.

Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.

(gus/nwk)


Berita Terkait