"Temuan Komnas HAM itu saya rasa tidak signifikan. Artinya dari masukan hari ini baik dari Komnas HAM, Kompolnas, PPATK dan KPK, nyaris tanpa cacat," ujar Ketua Komisi III DPR Benny K Harman.
Hal itu dia sampaikan usai mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan 4 lembaga terkait pencalonan Timur Pradopo sebagai
Kapolri di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu(13/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu Kapolres bukan sebagai pengambil keputusan, dan itu tidak bisa lantas disimpulkan bahwa beliau bertanggung jawab. Karena tidak ada hubungannya," jelas Benny.
Menurut Benny, apa yang disampaikan Komnas HAM boleh saja sebagai catatan. Tapi tidak bisa lantas menjadi kesimpulan akhir.
"Dan kalau katanya saat diminta diklarifikasi Pak Timur nggak datang sudah 3 kali, ya kenapa tidak dipanggil lagi," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Benny berharap proses uji kepatutan dan kelayakan besok akan berjalan sesuai prosedur. Meskipun dari berbagai masukan Timur cukup aman, tetap saja hasil fit and proper akan menentukan langkah Timur menjadi Kapolri.
"Yang jelas besok kita akan tanyakan mengenai visi dan misi serta strategi beliau ke depan, terutama untuk menyeselesaikan problem di internal Polri, seperti konsep dia untuk menyelesaikan rekening gendut para perwira, mengatasi mafia pajak dan berbagai masalah lainnya," imbuhnya.
"Termasuk masukan dan catatan hari ini kita akan tanyakan. Ini (uji kepatutan dan kelayakan) harus dilakukan sungguh-sungguh ala sepak boleh gajah," tambahnya.
Rencananya Timur akan menjalani uji kepatutan dan kelayan di Komisi III DPR hari Kamis besok pukul 09.00 WIB. Jika dinyatakan lulus dalam tes ini, langkah Timur selangkah lagi menjadi Kapolri setelah disampaikan dalam rapat paripurna.
(lia/gun)










































