Mereka dipilih oleh tim juri yang keseluruhannya merupakan para pelaku industri. Nama mereka dan 102 inovasi temuannya dirangkum dalam buku "Buku 102 Inovasi Indonesia".
"Saya melihat hasil-hasil R&D para inovator itu prospektif untuk diaplikasikan sebagai produksi inovatif di sektor industri maupun masyarakat pada umumnya," ujar Menristek dalam sambutannya, sebagaimana disampaikan Tenaga Ahli Menristek Bidang Media, Ahmad Muarif kepada detikcom, Rabu (13/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Menristek sekaligus menandai pencanangan program revitalisasi kawasan Puspiptek sebagai Science Techno Park (STP) dalam kerangka penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas).
"Puspiptek harus bisa menjembatani antara kepentingan dunia industri atau dunia usaha dengan kalangan peneliti, baik dari universitas maupun lembaga-lembaga litbang pemerintah," pesan Menristek.
Menurut Menristek, selama ini pola intermediasi antara dunia industri dengan peneliti belum berjalan dengan baik.
"Padahal interaksi yang kuat antara kedua belah pihak akan sangat membantu menggerakkan roda ekonomi melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan," demikian Menristek.
Selain para peneliti penerima penghargaan, hadir dalam acara tersebut Ketua Komite Inovasi Nasional Prof. Dr. Zuhal, para Kepala LPNK, pejabat di lingkungan Kemenristek dan beberapa tokoh pengusaha nasional seperti Dr Mochtar Riady (Lippo Group), Betty Alisjahbana (QB International), Dr Boen Setiawan (Kalbe Group), Iman Taufik (Gunanusa Fabricators), dan Yudhi Hermanu (GAIA Corps).
(es/es)










































