Massa mahasiswa PMII Sumut marah dan mengobrak-abrik blokade pagar kawat menuju halaman dalam Kantor Gubernur Sumut, Jl Imam Bonjol, Medan, Rabu (13/10/2010) siang. Puluhan petugas polisi yang telah bersiaga langsung menghalangi aksi mahasiswa.
Bentrokan pun terjadi. Petugas berusaha menghalau mahasiswa dari halaman dalam kantor gubernur. Dalam bentrokan ini, dua mahasiswa sempat ditahan karena dinilai sebagai provokator aksi. Namun keduanya kemudian dilepas untuk menghindari bentrokan lebih besar lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, aksi mahasiswa di Kantor Gubernur Sumut itu berlangsung damai. Mahasiswa hanya menggelar orasi sambil menenteng ayam yang telah dipotong sebagai bentuk kritik kepada Pemprov Sumut yang dinilai tak berdaya memperjuangkan PT Inalum agar jangan sampai jatuh ke tangan asing.
Mahasiswa meminta perintah pusat untuk segera mengambil alih pengelolaan PT Inalum, sebuah perusahaan peleburan aluminium yang berada di Kabupaten Batubara. Selain itu, mahasiswa juga mendesak Pemprov Sumut dan 10 kabupaten kota lainnya untuk melaksanakan renegosiasi PMA bersama pemerintah pusat, agar sama-sama menanamkan saham dalam mengambil alih pengelolaan PT Inalum dari pihak konsorsium Jepang sebagai pemegang saham mayoritas.
"Kalau PT Inalum tetap dikuasai asing setelah berakhir masa kontrak kerjanya, apalagi untuk negara? Selama 30 tahun, PT Inalum tidak memberikan kontribusi atau sumbangan apa-apa untuk negara, apalagi bagi masyarakat Sumatera Utara," kata Kurnia salah seorang mahasiswa.
(rul/fay)











































