"Kita sudah surati penyidik umum Polda Metro, tembusan polres dan polsek. Kita juga sudah kirim data penghuni yang kabur dan foto mereka," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Jakarta, Effy Novrie di kantornya, Jl Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2010).
Effy menduga para imigran ini kabur ke arah Indonesia timur. Tujuan mereka diduga adalah Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara petugas jaga rumah detensi kini diperiksa oleh Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta. Belum diketahui apakah mereka menerima suap atau tidak.
"Sekarang masih dalam pemeriksaan, saya tidak masuk dalam tim Kanwil yang memeriksa," kilah Effy.
Namun yang jelas, Effy mengakui anak buahnya melanggar aturan soal pemberian waktu kunjungan yaitu pada malam hari. Padahal, penghuni rumah detensi hanya bisa dijenguk Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB.
"Kalau melihat waktunya, memang jelas mereka itu buat aturan sesuai kehendaknya sendiri. Sesuai protap, kunjungan itu hanya Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB," lanjutnya.
Sanksi terhadap petugas yang ceroboh kini tergantung Kanwil. Effy berjanji pihaknya akan memperketat penjagaan. Menurut Effy, Rumah Detensi memang kelebihan penghuni.
"Kapasitasnya 120 orang tapi diisi 161 orang. Mereka yang kabur ini tinggal di aula karena kehabisan tempat," tutupnya.
Sebelumnya pada Minggu (10/10) dini hari, 52 imigran kabur dari Rumah Detensi Imigrasi DKI Jakarta. Mereka kabur usai 2 imigran Nigeria menerima tamu pada Sabtu (9/10) pukul 22.00 WIB selama 3,5 jam, padahal aturan berkunjung hanya dari pukul 09.00-17.00 WIB.
(did/fay)










































