Demikian papar Ketua Kompolnas Djoko Suyanto mengenai proses seleksi bakal calon Kapolri. Pemaparan dia sampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/10/2010).
"Ini sebuah rangkaian. Jadi tidak ada bahwa pemangkatan ini mendadak dan tak melalui prosedur seharusnya di Polri. Kecuali bila nama itu diambil bukan dari 8 yang di daftar," ujar Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalamnya ada bintang 2 dan bintang 3. Salah satu dari 8 nama itu adalah Timur Pradopo," sambung Djoko sambil menegaskan tidak pernah ada pihak resmi yang menyampaikan nama-nama itu ke media massa.
Setelah dilakukan berbagai seleksi mengenai prestasi dan pemeriksaan rekam jejak yang melibatkan KPK, PPATK dan Komnas HAM, tinggal 3 nama dari 8 yang tercantum dalam daftar. Pada saat bersamaan di masyarakat ikut berkembang wacana mengenai Nanan Soekarna dan Imam Soedjarwo sebagai kandidat kuat pengganti Bambang Hendarso Danuri.
"Tapi seolah terjadi head to head ketika ramai dibicarakan nama Nanan Soekarno dan Imam Soedjarwo. Ada polarisasi yang terjadi terhadap 2 beliau itu. Lama kelamaan muncul diskursus polarisasi saling dukung dan hujatan yang efeknya tidak sehat. Muncul dukungan kepada A dan tolak B, ini jadi perhatian Presiden," tutur Djoko panjang lebar.
Kapolri Bambang Hendarso Danuri, menurut Djoko, juga mengkhawatirkan polarisasi itu berdampak negatif untuk internal Polri. Lantas 8 nama bakal calon yang ada di dalam daftar ditelaah ulang hingga akhirnya dipilih calon paling memenuhi kriteria.
"Semua syarat formal terpenuhi kecuali pangkat dan itu yang harus dipenuhi, maka diangkat Pak Timur sebagai Komjen. Jadi tidak benar prosesnya mendadak sebab syarat formal telah terpenuhi dan hari Senin (4/10) itu finalisasinya," jelas dia.
Prosesi upacara kenaikan pangkat Timur Pradopo digelar pada sore hari 4 Oktober 2010. Sehari kemudian, Timur menyerahkan jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya kepada Irjen Pol Sutarman dan selanjutnya mengisi pos baru sebagai Kepala Bagian Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri.
Terkait pangkat baru yang disandangnya, otomatis Timur Pradopo masuk dalam bursa bakal calon Kapolri baru. Belakangan spekulasi media massa itu terbukti dengan diumumkannya usulan nama calon Kapolri oleh Ketua DPR.
(lh/fay)











































