Hal itu dikatakan Mardiyani, salah satu penyidik kasus Gayus, ketika Gayus mempertanyakan pertemuannya dengan Haposan. Mulanya, Mardiyani menyanggah bertemu dengan Haposan di Gambir, namun ia tidak bisa mengelak ketika Hakim Ketua Albertina Ho mempertanyakan pertemuan itu.
"Pernah, tapi bukan perkara Gayus," jawab Mardiyani, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardiyani terdiam sejenak dan hanya kembali menyangkal pertemuan terkait dengan kasus Gayus dengan alasan yang sama sebelumnya.
Dalam persidangan tersebut, dia juga mengakui jika pernah bertemu dengan Roberto Santonius di salah satu restoran di FX Sudirman.
"Saya hanya diajak Bu Sri Sumartini makan siang. Saya tidak tahu kalau bertemu Roberto Santonius," kata Mardiyani.
"Anda kan atasan Sri Sumartini, kenapa tidak diingatkan penyidik tidak boleh bertemu dengan tersangka?" tanya hakim.
"Saya tidak tahu kalau Roberto sudah tersangka," Mardiyani menyanggah.
Di luar persidangan, Gayus mengaku mendapatkan laporan dari Haposan via SMS jika Haposan telah menyerahkan sejumlah uang kepada Mardiyani di Stasiun Gambir.
"Di SMS saya lengkap. Haposan lapor katanya haposan kasih uang ke mardiyani," kata Gayus sambil menuju ruang tahanan di pengadilan.
Namun Gayus tidak tahu jumlah yang diberikan Haposan kepada atasan Sri Sumartini itu. "Saya Lupa. Itu uang haposan," kata Gayus.
Untuk apa uang itu diberikan?
"Enggak tahu. tanya Haposan," ujarnya.
Ketika disinggung apakah uang tersebut terkait dengan kasus yang menimpanya, Gayus yakin ada keterkaitan. "Ya pasti, smsnya kan ke saya," ujarnya.
(ahy/ndr)










































