Beberapa pedagang mulai menggelar dagangannya. Sebagian warga juga mulai membersihakn rumah dan kendaraannya. Demikian pantauan detikcom, Rabu (13/10/2010).
Pasar Pagi di Kota Wasior rusak berat akibat banjir. Beberapa pedagang sayuran pun terpaksa berjualan di bawah tenda-tenda sederhana di pinggir jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, harga barang dagangannya naik dibandingkan sebelum banjir. Sebab sekarang cukup sulit mendapatkan barang dagangan.
"Bawang merah itu Rp 35 ribu per kilo. Bawang putih Rp 40 ribu, wortel Rp 30 ribu, kentang Rp 35 ribu. Sebelumnya bawang merah saya jual Rp 20 ribu, bawang putih Rp 35 ribu, dan kentang Rp 25 ribu," tutur Waanda yang juga menjual teri, minyak goreng, kecap, saos, dan sayuran.
Sedangkan penjual makanan, Maipah (37), mengaku sudah tiga hari berjualan. Beberapa hari ini dia berjualan bakso dengan menggunakan sisa-sisa bahan makanan yang masih dimiliki. Kesulitan memasak selama ini dihadapi Maipah karena ketiadaan air.
"Sekarang sih belum banyak yang makan. Orang-orang masih pada takut di sini, masih pada mengungsi di Manokwari. Saya biasanya dapat Rp 300 ribu per hari. Tapi kalau sekarang, 3 hari ini ya saya tidak mau ceritakanlah, masih jauh," kata Maipah sendu.
Di hari-hari biasa, menu makanan yang ditawarkan warung makan Maipah cukup beragam. Selain bakso, dia menjual coto Makassar, nasi ikan, dan berbagai lauk pauk.
Sedangkan Yenima (38), pedagang barang kelontong, merasa cukup beruntung karena warungnya tidak terlalu rusak. Dia mengaku tidak berani meninggalkan warung karena masih banyak barang dagangan di warungnya.
"Kita takut barang kita dicuri orang. Dengar-dengar banyak penjarahan. Untungnya banjir di sini tidak separah di desa lain, hanya sebatas mata kaki," tuturnya.
Sedangkan sebagian kecil warga Wasior yang masih tinggal di rumahnya, terlihat membersihkan rumahnya dari pasir dan kayu. Mereka juga membersihkan barang perabotan dan kendaraannya yang kotor terkena lumpur.
Senin 4 Oktober lalu, Kecamatan Wasior, Kab Teluk Wondama diterjang air bah yang menyebabkan seluruh sarana infrastruktur di Wasior luluh lantak, termasuk lapangan udara. Ribuan warga diungsikan ke Manokwari. Sejumlah bantuan pun dikirim.
Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) terus menemukan korban tewas dalam banjir bandang di Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Korban tewas terakhir tercatat 148 orang, dan korban hilang 123 orang.
Presiden SBY hari ini bertolak ke Wasior. Di Wasior nanti, Presiden rencananya akan bermalam di kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Alasan SBY memilih kapal perang, karena dimungkinkan dia dan rombongan bisa lebih lama di sana. Sebelumnya Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri juga telah mengunjungi lokasi banjir Wasior.
(vit/nrl)










































