Boediono berkeliling usai membuka Trade Expo Indonesia ke-25 di Hall D, Jakarta International Expo, Kawasan Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/10/2010). Pria berkacamata ini didampingi istrinya, Herawati. Bertindak sebagai tour guide adalah Menteri Perdagangan Marie Elka. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga tampak dalam rombongan.
Boediono dan rombongan lalu tiba di stan Indofood. Di stan yang tidak terlalu besar itu terpajang berbagai produk seperti mie instan, minyak goreng, keripik kentang, dan biskuit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar itu, Boediono yang dibalut kemeja batik merah ini pun tersenyum. Dia lalu mengacungkan jempol tangan kanannya ke atas dan melempar senyum ke orang-orang di sekitarnya. Boediono sempat bersalaman dengan beberapa penjaga stan Indofood, namun dia tidak mampir ke sana.
Produk mie instan Indomie ditarik dari sejumlah supermarket di Taiwan karena mengandung pengawet yang dianggap berbahaya. Penarikan Indomie di Taiwan karena mengandung pengawet E218 atau Methyl P-Hydroxybenzoate. Pengawet ini dilarang digunakan di Taiwan. Namun, PT Indofood Sukses Makmur menegaskan mie instan mereka sudah memenuhi regulasi kesehatan Taiwan.
Menurut Indofood, produk Indomie dengan kandungan Methyl P-Hydroxybenzoate bukan untuk dipasarkan di Taiwan. Indomie di Taiwan sudah disesuaikan dengan regulasi yang ada di Taiwan yang tidak memakai pengawet tersebut.
Meski Taiwan menyatakan Indomie mengandung bahan berbahaya,Β Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk buatan Indonesia itu aman dikonsumsi. "Kita jamin (Indomie) aman. Tidak apa-apa," kata Kepala BPOM, Kustantinah, kepada detikcom.
Kustantinah menjelaskan BPOM mempunyai aturan yang mengatur bahan tambahan makanan yang diperbolehkan ada di dalam pangan dengan batas maksimum penggunaannya. Penarikan Indomie di Taiwan merupakan kebijakan negara setempat.
(vit/nrl)











































