Menkum HAM Bantah Ada Pungli untuk Besuk Imigran Malam Hari

52 Imigran Gelap Kabur

Menkum HAM Bantah Ada Pungli untuk Besuk Imigran Malam Hari

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2010 11:22 WIB
Menkum HAM Bantah Ada Pungli untuk Besuk Imigran Malam Hari
Jakarta - Insiden 52 imigran gelap yang kabur dari rumah penampungan di Jakarta Barat terjadi Minggu dini hari, usai 2 imigran Nigeria menerima tamu. Padahal, aturan berkunjung hanya dari pukul 09.00-17.00 WIB.

Petugas rumah penampungan hingga Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar membantah kelonggaran itu karena petugas disuap untuk membolehkan tamu berkunjung malam hari. Patrialis hanya menemukan kelalaian anak buahnya sehingga 52 imigran itu sukses membobol bangunan yang menyerupai tahanan tersebut.

"Sementara informasinya kelalaian. Belum ke arah sana (pemberian uang). Mereka sangat ceroboh. Seharusnya tidak boleh terjadi. Kita masih melakukan pemeriksaan. Jadi karena ini sudah terjadi, kita berkordinasi dengan pihak yang bisa membantu kita," kata Patrialis Akbar di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, motif kaburnya imigran tersebut karena mencari perhatian dunia internasional. Sebab, para imigran yang kabur mempunyai masalah dengan statusnya sebagai pengungsi yakni karena konflik di negara asal. Mereka berasal dari Afghanistan (26 orang), Irak (14 orang), Nigeria (4 orang), Bangladesh (1 orang), dan Srilanka (3 orang).

"Jadi 52 orang yang melarikan diri itu adalah bagian dari cara mereka untuk mencari perhatian. Bukan hanya dari Indonesia tetapi terutama dari UNHCR.Β  Mereka kan juga ingin kehidupan yang lebih baik. Kita minta aparat untuk mencari mereka tetapi tidak boleh dikasari. Kita akan memberi perhatian kalau kita serius mengurus mereka," tegasnya.

Rumah penampungan imigran gelap itu berada di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta yang terletak di Jl Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat. Bentuknya menyerupai lembaga pemasyarakatan, dengan pagar tinggi di depan dan setiap kamar diberi kerangkeng besi. Tiap kamar berukuran sekitar 3x3 meter tanpa ventilasi udara memadai.

Antar kamar (blok) juga diberi jeruji bercat biru dan digembok. Sebuah televisi terlihat di area tengah rumah penampungan untuk mengusir suntuk. Ibu-ibu dan anak-anak ditempatkan di lantai 2.

Sabtu malam (9/10/2010), petugas jaga mengizinkan tamu menemui seorang imigran gelap asal Nigeria pukul 22.00 WIB. Pertemuan itu berakhir 3,5 jam kemudian.

Saat dikembalikan ke bloknya, petugas jaga didorong sejumlah imigran dan diinjak. Lalu berbondong-bondong puluhan imigran lari ke luar 'tahanan' dan baru tertangkap 4 orang. Sisanya masih buron.

"Karena dinihari, di depan masih banyak kendaraan. Mereka mudah saja pergi. Petugas kami kewalahan," kata Kepala Rumah Imigrasi Detensi Jakarta Effy Novrie.

(Ari/fay)


Berita Terkait