Harusnya Lagu Daerah yang Ditanyakan di Tes CPNS, Bukan Lagu SBY

Harusnya Lagu Daerah yang Ditanyakan di Tes CPNS, Bukan Lagu SBY

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2010 11:04 WIB
Harusnya Lagu Daerah yang Ditanyakan di Tes CPNS, Bukan Lagu SBY
Jakarta - DPR menilai masuknya lagu ciptaan SBY dalam ujian masuk CPNS terlalu berlebihan. Lagu daerah lebih cocok diujikan ketimbang lagu ciptaan SBY yang baru saja dirilis.

"Tidak pantas, apakah itu harus diketahui seluruh masyarakat, kan tidak. Saya kira itu berlebihan untuk diujikan," ujar Ketua Komisi II DPR, Chaeruman Harahap, sambil tersenyum.

Pernyataan Chairuman ini menanggapi keluhan peserta ujian CPNS yang dihadapkan pada pertanyaan terkait lagu ciptaan Presiden SBY. Hal ini disampaikan Chairuman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chaeruman menilai dalam menyusun soal ujian CPNS harusnya Kemendag menetapkan standarnya. Kemendag disarankan mengutamakan hal-hal yang wajib diketahui CPNS.

"Kalau lagu ciptaan SBY kan tidak jelas masuk ke ilmu pengetahuan umum atau apa," keluh Chaeruman.

Chaeruman menuturkan, lagu daerah lebih layak diujikan dalam tes CPNS. Sebagai PNS, tentu harus mengetahui adat budaya bangsa.

"Kalau lagu daerah seperti Angin Mamiri ya boleh saja diujikan," terang politisi Partai Golkar ini.

Pertanyaan yang tergolong unik tersebut menurut Chaeruman sangat tidak pantas. Kemendag dinilainya tidak membuat soal CPNS sesuai dengan perkembangan zaman.

"Wah tidak pantas itu sudah model lama lagi sudah tidak sesuai zamannya, ujian itu harusnya pengetahuan umum," terang Chairumanm.

Cara seperti ini bahkan dianggap Cairuman lebih ekstrim ketimbang soal ujian di era Presiden Soeharto. "Zaman Soeharto saja tidak begini," ujarnya sambil tertawa.

(van/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini