"Maksudnya kalau ada orang terpilih jadi pemimpin, lalu pikirannya adalah bagaimana ini supaya jatuh segera. Atau senang melihat orang gagal, kalau pemerintahan ini tidak sukses malah ditepukin. Ini menunjukkan bahwa belum ada kematangan dalam berpolitik", ujar Tifatul dalam peryataan tertulis kepada detikcom, Rabu (13/10/2010).
Hal ini disampaikan Tifatul terkait adanya suara-suara yang menginginkan pemerintahan SBY ini harus berakhir tahun ini juga. Padahal, menurut konstitusi, pergantian pemerintahan itu berlangsung 5 tahun sekali melalui mekanisme Pemilu.
Tifatul juga menyampaikan, sejauh ini tidak pernah ada larangan untuk unjuk rasa, asalkan tidak anarkis. Soal suksesi, ia mengatakan agar semua pihak menempuh cara-cara sesuai dengan sistem demokrasi dan konstitusi yang berlaku.
"Nanti ada waktunya, tahun 2014 silakan mencalonkan diri. Kalau didukung rakyat, maka Anda akan jadi Presiden. Semua orang bebas bercita-cita jadi pemimpin, asal didukung rakyat", kata Tifatul.
Tifatul juga meminta agar semua pihak yang melakukan penilaian kinerja pemerintahan harus seimbang, tidak hanya menyorot kekurangan, namun juga keberhasilan pemerintah juga harus diungkapkan.
"Angka-angka statistik ekonomi kita membaik dan tumbuh diatas 6 persen, keamanan terkendali, inflasi turun, pengangguran turun, angka kemiskinan juga menurun. Ini data resmi dari BPS. Kalau ada survey data lain yang akurat, silakan disampaikan. Jangan sekedar mengatakan, rakyat tidak puas, ada yang bunuh diri. Kok data diadu dengan perasaan", tegas Tifatul.
Namun Tifatul juga tidak menampik bahwa masih terdapat kekurangan dan persoalan bangsa yang harus dituntaskan bersama-sama.
"Pemerintahan SBY-Boediono ini kan didukung oleh koalisi lebih dari 70 persen. Ini kekuatan yang sangat kuat. Yang terpilih secara konstitusional. Jadi berikanlah edukasi politik yang baik kepada masyarakat. Membuat kisruh itu mudah, mencari solusi yang perlu kerja keras", jelas Tifatul.
Wacana untuk mengganti pemerintahan SBY sebelum 2014 dilontarkan oleh Rizal Ramli dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional pada Jumat (8/10) di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Di akhir pertemuan, Menko Perekonomian era Gus Dur itu menyebut pemerintahan SBY telah gagal dan karenanya harus diganti.
Mereka yang hadir dalam pertemuan antara lain Din Syamsuddin, Jusuf Kalla (JK), Wiranto, Taufiq Kiemas, Sutiyoso, Mahfud MD, Soetrisno Bachir, dan bahkan ada juga Marzuki Alie.
Dua hari kemudian, Minggu (10/10), sejumlah aktivis dan organisasi mahasiswa mengadakan pertemuan di kantor PBNU, Jakarta. Pertemuan yang diberi nama 'Konsolidasi Seruan Aksi: Pemerintah SBY Sudah Gagal' ini lalu berencana menggelar aksi pada 20 Oktober 2010 mendatang.
Di dalam pertemuan itu Adhie Massardi selaku Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) menyerukan aksi untuk mengganti pemerintah SBY sebelum 2014.
"Pemerintah sudah harus diganti. Ganti pemerintahan citra. Tidak bisa tidak pemerintah harus sudah turun sebelum 2014," ujar juru bicara era pemerintahan Gus Dur itu.
(lrn/Ari)











































