Bus yang membawa lebih dari 50 orang termasuk supir itu, terhempas ketika baru saja melintasi sebuah kota kecil Marhanets, di wilayah timur Ukraina. Kecelakaan terjadi Selasa, (12/10/2010), pukul 09.00 waktu setempat. Demikian seperti dilansir Reuters.
Menteri Transportasi Ukraina, Kostyantyn Yefimenko, yang dikutip kantor berita setempat mengatakan, sopir bus tersebut tetap melajukan kendaraannya ke arah perlintasan meskipun sirene tanda KA melintas sudah berbunyi.
Alhasil, bus naas tersebut terhempas sejauh 30 meter (100 kaki) sepanjang rel. Bus pun ringsek dan berada di depan lokomotif selama beberapa jam setelah kecelakaan. Sopir bus juga dilaporkan tewas.
Kementerian Darurat Ukraina mengatakan, 43 orang tewas, termasuk tiga orang di antaranya adalah bocah berumur 7 sampai 15 tahun. Sembilan orang dengan luka parah sedang dirawat di RS. Petugas mengatakan korban kemungkinan akan terus bertambah.
Dalam siaran di televisi ditampilan sejumlah mayat korban yang bergelimpangan ditutupi selimut di samping rel. Presiden Viktor Yanukovich, yang kebetulan ada di wilayah itu, langsung mengunjungi lokasi kecelakaan dan kemudian menjenguk para korban selamat di rumah sakit.
Dalam pernyataannya kepada televisi setempat, Presiden Viktor mengatakan Ukraina perlu memperkuat hukum terkait dengan tanggung jawab pengemudi alat transportasi publik. Dia mendeklarasikan Rabu, esok hari setelah insiden, sebagai hari berkabung nasional.
(lrn/Ari)











































