"Yang menarik lagi ada dugaan sabotase atau kesengajaan atau unsur kenakalan dan Saya kira ini harus segera diusut, tidak boleh terulang di tempat lain. Kalau ada unsur sabotase itu kan sudah di luar unsur manajemen," katanya Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terkait hal tersebut. Sementara menunggu, pihaknya bersama PT KAI akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan pelat merah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah belum bisa menaksir kerugian yang diderita PT KAI karena belum mendapat laporan resmi. Menurut Mustafa, kerugian yang diderita bukan hanya gerbong saja tetapi juga kepada pelayanan jadwal kereta.
"Sampai sekarang belum dapat laporan berapa kerugiannya. Keretanya sudah
dibersihkan, malah sudah ditutup, jadi betul-betul bukan karena faktor
manajemen. Kalau ada unsur kesengajaan, ini seperti kasus bom pasar," imbuhnya.
Sedikitnya 24 rangkaian kereta yang terparkir di Stasiun Rangkasbitung, Lebak, Banten terbakar pada Senin, 11 Oktober dini hari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian yang diderita PT KA diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daops I Mateta Rizalulhaq mengungkapkan,
rangkaian kereta tersebut terbakar saat diparkir. Kereta itu sendiri telah
dibersihkan.
(ang/lrn)










































