Anwar menyebut pers Malaysia yang gemar menyindirnya itu adalah pers pemerintah Malaysia. Anwar sendiri juga memiliki pers, pers yang mendukungnya ini dia sebut pers oposisi.
Wajar saja ada dua jenis pers di Malaysia, Anwar yang dikenal sebagai tokoh oposisi Malaysia ini mengaku terus diserang pemerintah Malaysia. Berkunjung ke Indonesia saat ini pun, Anwar yakin akan diprotes setibanya di Malaysia. Sebab, Anwar yakin Pemerintah Malaysia tidak menyukai kunjungannya ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar berkisah saat dirinya diserang pers Malaysia karena sekali tidak hadir dalam rapat parlemen. Anwar saat ini memang tengah duduk di kursi parlemen Malaysia.
"Sekali saja tak hadir saya habis dicecar, tapi kalau menteri dua bulan tidak hadir tidak apa-apa," keluhnya sembari nyengir.
Anwar pun mengkritisi pers yang disebutnya milik Pemerintah tersebut. Saat Indonesia konflik dengan Malaysia beberapa waktu lalu, Anwar kecewa karena berita di Malaysia menurutnya terlalu provokatif.
"Tidak benar ada sentimen, tidak benar ada penghinaan, itu karena mereka dangkal," terang Anwar.
Anwar bahkan pernah menjelaskan kepada pers Malaysia bahwa Indonesia adalah negara sahabat yang harus dihormati. Namun Anwar justru diserang.
"Saya nasehatkan Indonesia tidak semuanya TKI, Indonesia tidak semuanya korupsi, dan reformasi tidak selalu huru-hara," kenang Anwar.
Namun pesan Anwar tak pernah didengarkan. Anwar mengaku pasrah dengan sikap pemerintah Malaysia terhadap oposisi. "Yah beginilah nasib kami sementara ini," ucapnya.
(van/gun)











































