Demikian ujar Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum menanggapi rencana aksi unjuk rasa pada 20 Oktober mendatang. Pernyataan ini dia sampaikan kepada detikcom melalui telepon, Selasa (12/10/2010).
"Dari pada unjuk rasa lebih baik bekerja membantu korban banjir di Wasior," ujar Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila ekspresinya demokratik, ya tidak apa-apa. Mau unjuk rasa sehari tiga kali juga tak masalah. Tetapi ya jangan memaksakan kehendaknya dan melakukan kekerasan," sambungnya.
Terkait aksi bagi korban banjir, Anas menyatakan tim dari DPP PD sejak hari Minggu (10/10/2010) telah mendirikan empat posko kesehatan di pengungsian. Dua posko di pengungsian di Wasior dan dua lagi di Manokwari.
Di posko itu pula bantuan medis dan logistik bantuan bagi pengungsi disalurkan. Mulai dari bahan makanan, obat-obatan, makanan bayi, kebutuhan sehari-hari wanita dan pakaian pantas.
"Juga ada bantuan logistik bagi tim evakuasi seperti masker pelindung dan sarung tangan karet. Mereka kan juga harus dijaga kesehatannya," sambungnya.
Rencana unjuk rasa memperingati satu tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono hasil dari pertemuan sejumlah aktivis dan organisasi mahasiswa di kantor PBNU, Jakarta, pada Minggu (10/10). Pertemuan yang diberi nama 'Konsolidasi Seruan Aksi: Pemerintah SBY Sudah Gagal' ini lalu berencana menggelar aksi pada 20 Oktober 2010 mendatang.
Di dalam pertemuan itu Adhie Massardi selaku Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) menyerukan aksi untuk mengganti pemerintah SBY sebelum 2014. "Pemerintah sudah harus diganti. Ganti pemerintahan citra. Tidak bisa tidak pemerintah harus sudah turun sebelum 2014," ujar juru bicara era pemerintahan Gus Dur itu.
(lh/gah)










































