Pimpinan DPR Diminta Klarifikasi Pertemuan dengan Timur Pradopo

Pimpinan DPR Diminta Klarifikasi Pertemuan dengan Timur Pradopo

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2010 17:31 WIB
Jakarta - Mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR Marzuki Alie yang dilayangkan Komisi III DPR RI dinilai berlebihan. Namun demikian, Marzuki Alie musti membuat klarifikasi isi pertemuan dengan calon tunggal Kapolri Komjen Timur Pradopo.

"Pimpinan DPR telah melakukan kesalahan bertemu dengan calon Kapolri yang akan menghadapi proses uji kelayakan. Butuh klarifikasi kepada publik kalau memang betul tidak ada permainan atau motif tertentu. Klarifikasi isi, hasil pertemuan itu, apa dan kenapa dilakukan pertemuan," kata pengamat politik dari UI Boni Hargens kepada wartawan di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2010).

Meski telah melakukan kesalahan, Boni menilai tidak sepatutnya komisi III memunculkan mosi tidak percaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarahan Komisi III berlebihan, istilahnya sesama sopir ojek diserobot. Dia (Komisi III) merasa mainnya diganggu pimpinan. Saya menduga ada agenda-agenda terselubung dalam mosi tidak percaya itu," tebak Boni.

Sebelumnya, Senin (11/10/2010) anggota Komisi III DPR melaporkan Pimpinan DPR ke BK DPR. Mereka melaporkan tindakan Pimpinan DPR yang dinilai telah melangkahi wewenang Komisi III DPR dalam melakukan fit and proper test calon Kapolri.

Pimpinan DPR memanggil calon Kapolri Komjen Timur Pradopo di ruang Ketua DPR. Sikap Pimpinan DPR ini dianggap tidak etis dan membelakangi Komisi Hukum DPR.

Anggota Komisi III DPR kemudian memunculkan mosi tidak percaya kepada Pimpinan DPR. Namun protes itu ditanggapi dingin oleh Pimpinan DPR. Anggota Komisi III DPR yang tidak puas dengan respon Pimpinan DPR pun melanjutkan ke BK DPR.

Tak hanya itu, anggota Komisi III DPR dari FPG, Bambang Soesatyo bahkan meminta Ketua DPR Marzuki Alie mundur dari posisinya. Marzuki dianggap lalai memimpin DPR.

(ahy/gun)


Berita Terkait