"Saya melihat, dia lebih berbahaya dibanding Nordin M Top. Abu Tholut itu sudah ke
Afghanistan. Dia sudah menjadi instruktur bom di Afghanistan," kata Ansyaad di Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Dia menilai kemampuan yang dimiliki Abu Tholut sangat jauh dengan Noordin. "Noordin M Top, dia bukan instruktur bom," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya sangat berpengaruh, karena dia juga mantan pelaku," tutupnya.
Abu Tholut pernah ditangkap kepolisian pada 2003 karena menyimpan senjata api. Dia kemudian diganjar vonis 8 tahun penjara, namun bebas dengan mendapatkan remisi 4 tahun.
Ditengarai, Abu Tholut ikut menjadi pelatih di kamp di Aceh. Setelah sejumlah jaringan kelompok Aceh ditangkap, Abu Tholut kemudian menjadi sasaran dan kini buron.
Tholut pernah berkuliah di UGM, sebelum akhirnya bergabung dengan kelompok di Afghanistan. Di sana dia mendapatkan pelatihan menembak dan merakit bom. Dia sempat menjadi pelatih di Kamp Moro Filipina, dan juga pernah menjadi Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah, yang wilayahnya antara lain meliputi Sulawesi.
(ndr/vit)











































