"Sangat sulit, tidak ada kekuatan atau tokoh yang menjadi pemersatu. Fragmentasinya terlalu banyak," kata Sekretaris Dewan Setara Institute Romo Benny Susetyo saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2010).
Dia menilai, berkumpulnya sejumlah tokoh belakangan ini, terkait jelang 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono hanya merupakan ekspresi ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkumpulnya sejumlah tokoh juga mesti dipandang sebagai kritik kepada pemerintah, jangan kemudian dinilai dengan reaksi negatif.
"Itu hanya gerundelan tokoh yang resah, pemerintah harus bisa memberikan reaksi positif dengan membuat kerja para menteri menjadi program yang terarah," tuturnya.
Sebelumnya Hatta Rajasa yang selalu membatasi bicara politik, meski dirinya adalah Ketua Umum DPP PAN, merasa terusik dengan munculnya gerakan yang ia nilai bisa merusak sistem demokrasi. Seharusnya, kata dia, semua pihak menghormati sistem demokrasi yang sudah susah payah dibangun oleh masyarakat.
"Saya biasanya tidak banyak bicara politik. Tapi munculnya gerakan-gerakan ini mengusik saya dan saya prihatin," kata Hatta yang kini menjabat Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu II saat berbincang-bincang dengan detikcom.
Hatta meminta masyarakat untuk menghormati system building yang sudah dibangun sejak bertahun-tahun dengan bersusah payah.Β "Mari kita hormati sistem demokrasi yang sudah kita bangun dengan susah payah. Pada tahun 1998 saya juga menjadi aktivis untuk membangun system building ini," ajak Hatta.
(ndr/nvt)











































