"Kecil kemungkinan bisa terguling, eskalasi arusnya tidak terlalu kuat," kata Laode saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2010).
Berkumpulnya tokoh-tokoh politik belakangan ini untuk mengkritisi 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono yang akan 'dirayakan' 20 Oktober mendatang, hanya merupakan ekspresi ketidakpuasan publik atas kinerja pemerintahan SBY selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada sebagian tokoh yang memang ingin agar pemerintahan SBY segera berakhir, ini harus dimaknai oleh pemerintah untuk mawas diri.
"Ini sebagai peringatan keras agar SBY segera melakukan introspeksi dalam melakukan kepemimpinan," kata Laode.
Menurutnya, pemerintahan SBY sekarang ini banyak kelemahan. Mulai dari lambatnya penuntasan kasus korupsi hingga penanganan bencana.
"Indikatornya bisa dilihat dari good governance, dan bisa dilihat yang sekarang yang terjadi di Wasior yang belum maksimal," ujar Laode.
Sebelumnya politisi Partai Demokrat (PD) Max Sopacua mewaspadai munculnya gerakan penggulingan pemerintahan SBY di tengah jalan. Dia berharap kritik keras terhadap Pemerintahan SBY tidak berujung pada upaya memutus Pemerintahan SBY di tengah jalan.
"Sejauh ini kami melihat banyak kritik keras dari masyarakat. Kami harap kritik tersebut untuk membangun bangsa, jangan sampai hal itu berubah menjadi yang lebih ekstrem lagi sebagai upaya menggulingkan Pemerintahan SBY," tegas Wakil Ketum PD Max Sopacua di Gedung DPR.
Max mencermati statemen sejumlah tokoh seperti Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Jusuf Kalla (JK), dan tokoh-tokoh lainnya yang cukup keras. Max berharap statemen tersebut bukan untuk menggoyang Pemerintahan SBY.
"Artinya jangan sampai mengobok-obok Pemerintahan SBY.Β Mengkritisi harus diimbangi dengan memberikan solusi dengan cara yang baik," imbau Max.
(ndr/nrl)











































