Sisa Gempa Bertahun Silam Perparah Dampak Banjir di Wasior

Sisa Gempa Bertahun Silam Perparah Dampak Banjir di Wasior

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2010 13:51 WIB
Sisa Gempa Bertahun Silam Perparah Dampak Banjir di Wasior
Jakarta - Longsoran tanah akibat gempa bertahun-tahun silam di perbukitan sekitar, merupakan penyebab luluh lantaknya Kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. Timbunan tanah dan batang pohon yang terangkat dari dasar sungai membuat dampak banjir sedemikian merusak.

Demikian presentasi Zulkifli mengenai hasil analisa Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Papua Barat terhadap kondisi hutan di sekitar Wasior. Presentasi disampaikannya di Kantor Kemenhut, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).

"Yang menyebabkan banjir bandang di Wasior ada longsoran tanah akibat gempa yang menyumbat sungai. Ini membuat tanah di sekitarnya jadi tak stabil," ujar Zulkifli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia membenarkan bahwa sebelum banjir bandang, hujan yang sangat lebat berlangsung selama 6 jam di Wasior. Empat hari berturut-turut sebelum itu Wasior juga diguyur hujan tanpa henti.

Penelitian terhadap hujan tersebut menunjukkan debit air hujan lebat selama itu hanya bisa menghasilkan banjir yang tergolong normal. Tapi air hujan itu yang menyebabkan dua telaga kecil di atas Wasior meluap.

Air limpasannya jadi mengalir sedemikian kencang akibat lintasan sungai yang relatif lurus memanjang. Kencangnya arus air itu yang kemudian membongkar timbunan tanah dan batang-batang pohon sisa longsoran yang menyumbat sungai.

"Air banjir diduga banjir normal yang ditambah dengan akumulasi limpasan air yang tertahan akibat tanah longsor," papar Menhut panjang lebar.

Bukti bahwa tanah yang batang pohon yang terbawa banjir adalah sisa longsor bertahun-tahun silam, dapat dilihat dari fisik gelondongan kayu. Secara kasat mata terlihat bahwa gelondongan yang masih utuh berikut dengan akarnya itu sudah tidak lagi dibungkus kulit kayu utuh.

"Artinya kayu sudah lama terendam air hingga kulit lapuk dan habis. Kalau hanya karena hujan, mana mungkin kulitnya terkelupas? Artinya kayu hasil longsor masuk ke sungai dan terbendung lama di sungai," papar Zulkifli yang mengenakan seragam Kemenhut warna coklat-hijau tua itu.

Lebih lanjut politisi dari PAN ini menepis dugaan bahwa kayu-kayu gelondongan yang terseret banjir itu merupakan hasil penebangan liar hutan cagar alam sekitar Wasior. Sebab batang pohon hasil tebangan tidak mungkin menyertakan akar-akarnya secara utuh seperti yang kini bergeletakan di Wasior.

"Bila terjadi penebangan liar, lahannya masih ditumbuhi semak belukar yang mampu menahan air hujan sehingga tak terjadi banjir bandang yang dahsyat begitu," tuturnya.

(lh/nrl)


Berita Terkait