"Saya terus terang tidak melihat kesana, jadi kalau ada persepsi seperti itu saya kira terlalu berlebihan. Dan kalau ada pejabat yang berpikir seperti itu adalah mimpi di siang bolong," kata Pram, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Menurut Pram, praktek sistem pemerintahan presidensial berjalan dengan lancar. Sebagai presiden yang dipilih rakyat, SBY cukup kuat dari terjangan gelombang protes sekelompok masyarakat.
"Kita menganut sistem presidensial yang langsung dipilih oleh rakyat. Artinya rakyat memberikan kepercayaan kepada presidennya," terang Pram.
Lebih dari itu, Pram tidak melihat adanya upaya serius menggulingkan SBY. Menurutnya, kritik keras dari tokoh nasional dan juga aksi demonstrasi yang makin marak masih terkendali.
"Saya tidak melihat ada ancaman, toh pemerintahan berjalan dengan baik. Jadi kalau ada orang dalam pemerintahan berkata seperti itu artinya dia tidak realistis," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Ketum PAN yang juga Menkoperek Hatta Rajasa menuturkan kekhawatiran adanya upaya penggulingan Pemerintahan SBY. Hatta melihat adanya penggalangan dukungan tersebut oleh tokoh nasional.
Hatta menyebut adanya pernyataan keras dari PBNU, Muhammadiyah, dan mantan Wapres Jusuf Kalla adalah indikasi kuatnya. Aksi keras ormas dan LSM juga dianggap pemicu gerakan tersebut.
Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie beberapa waktu lalu juga menegaskan bahwa partainya akan mengkritik pemerintahan. Golkar siap berseberangan dengan pemerintah jika kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. (van/gun)











































