"Penyebab sementara api berasal dari beberapa sepur yang berlainan dan membakar gerbong dan kereta dalam jumlah tertentu," kata Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
Meski Menteri Perhubungan Freddy Numberi telah menyatakan adanya dugaan kesengajaan pada kebakaran yang terjadi pada Senin 11 Oktober kemarin, namun Tundjung tidak ingin terburu-buru. Dia lebih suka menyerahkan semuanya kepada penyelidikan kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tundjung mengatakan, hingga kini polisi dibantu penyidik sipil (PPNS) masih terus melakukan penyelidikan. Hasil sementara juga belum diketahui dengan jelas.
"(Hasilnya) belum, penyelidikan masih terus berjalan, saya minta seluruh pihak baik dari kereta api ikut membantu penyelidikan ini," kata Tundjung.
Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Rangkasbitung Senin kemarin pukul 01.25 WIB dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut data kepolisian, kebakaran itu menyebabkan 23 gerbong terbakar, 17 gerbong di antaranya hangus. Sedangkan data PT KA menyebutkan, api melalap 21 gerbong, 18 di antaranya hangus.
Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq mensinyalir adanya kesengajaan dalam kebakaran tersebut. Hal ini disebabkan gerbong-gerbong kereta itu dalam keadaan tidak berfungsi. Selain itu gerbong-gerbong itu baru saja selesai dicuci sehingga tidak ada aliran listrik yang berada di sekitarnya.
Gerbong-gerbong yang terbakar merupakan rangkaian kereta kelas ekonomi rute Rangkas-Jakarta. KA ini setiap hari dijubeli penumpang kelas menengah-bawah karena tiketnya murah meriah. Akibat kebakaran ini layanan transportasi massal ini sedikit terganggu.
(ken/vit)











































