SBY Akui Otda Kurangi Persatuan Bangsa

SBY Akui Otda Kurangi Persatuan Bangsa

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2010 12:20 WIB
SBY Akui Otda Kurangi Persatuan Bangsa
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui pelaksanaan otonomi daerah (otda) mengurangi persatuan bangsa. Hal ini adalah salah satu ekses dari reformasi.

"Memang secara jujur saya akui dan harus saya sampaikan ada ekses dalam perubahan yang terjadi di negeri ini," ujar SBY.

Hal itu disampaikannya di depan para purnawirawan ABRI dalam HUT ke-51 Pepabri di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (12/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebebasan di negeri ini setelah era reformasi, imbuhnya, seringkali melampaui batas. Padahal, di mana pun di dunia ini, kebebasan itu disertai tanggung jawab dan kepatuhan pada pranata.

SBY pun memberikan beberapa contoh termasuk sistem pemerintahan dan otonomi daerah.

"Kita ada nuansa yang bersifat parlementer, sekarang kita sistem presidensiil. Kita lihat pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah mengurangi persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa," kata dia.

Kemudian pemilihan umum, termasuk pemilukada yang dilaksanakan, menimbulkan ekses atau efek negatif. Akhir-akhir ini, juga terjadi konflik komunal dan horizontal.

"Kita terus melakukan upaya untuk mencegah dan mengatasi konflik horizontal untuk tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," kata dia.

Para purnawirawan ABRI diharapkan SBY memahami gerak dan dinamika pembangunan bangsa.

"Kami sungguh berharap para sesepuh dan purnawirawan untuk pahami gerak dan dinamika pembangunan bangsa yang seperti ini, kerawanan kegaduhan. Tapi Insya Allah dengan langkah-langkah yang pasti untuk terus kita lanjutkan menuju masa depan yang kita cita-citakan," tutur SBY.

(nwk/nrl)


Berita Terkait