DPR Minta Masukan KPK dan PPATK Sebelum Uji Calon Kapolri

DPR Minta Masukan KPK dan PPATK Sebelum Uji Calon Kapolri

- detikNews
Selasa, 12 Okt 2010 11:18 WIB
Jakarta - Komisi III DPR meminta masukan KPK, PPATK, dan Komnas HAM, sebelum melakukan uji kelayakan terhadap calon Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo. Komisi III akan mendalami jejak rekam Timur sebelum diajukan menjadi calon Kapolri.

"Besok pagi tim kecil akan memanggil PPATK dan KPK untuk mengklarifikasi rekening dan kalau ada hal-hal rekam jejak korupsi. Kita ingin hasil persetujuan nanti punya legitimasi yang kuat terhadap Kapolri," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, selasa (12/10/2010).

Komisi III DPR juga berencana meminta penjelasan Kompolnas terkait seleksi calon Kapoli di internal polisi. Diharapkan ada penjelasan menyeluruh terkait jejak rekam Timur Pradopo.

"Besok pagi kita mengundang lembaga negara untuk melakukan klarifikasi atas proses pencalonan kemudian substansi pencalonan. Hal-hal pencalonan akan dijelaskan Kompolnas besok pagi, dilanjutkan dengan Komnas HAM untuk mengklarifikasi beragam isu pandangan masyarakat," papar Tjatur.

Selain memanggil KPK, dan lembaga terkait, Komisi III DPR juga akan menerima ormas dan mahasiswa. Pertemuan itu akan digelar siang ini.

"Nanti pukul 14.00 WIB kami menerima masukan dari Imparsial, Kontras, dan Trisakti, " terang Tjatur.

Selain itu, Komisi III DPR juga akan mengunjungi kediaman Timur. Komisi III ingin melihat secara langsung kehidupan Timur sehari-hari.

"Habis itu kita kunjungi kediaman calon. Kita akan melihat bagaimana kehidupan keluarganya sehingga manakala calon menjadi kapolri  jelas sikapnya," jelas Tjatur.

Timur Pradopo akan di fit and proper test oleh Komisi III DPR Kamis pekan ini. Komisi III DPR berharap seleksi berjalan lancar dan segera dapat diumumkan hasilnya.

"Waktu dibatasi Bamus cuma satu minggu, kalau cepat maka tanggal 21 Oktober akan diputuskan," tutupnya.

(van/gun)


Berita Terkait