mengaku kehidupan di Jalur Gaza serba sulit akibat perang dan blokade Israel.
Diperkirakan ada sekitar 10 ribu warga Palestina yang mengungsi ke El Arish. Jarak antara kota ini dengan jalur Gaza memang hanya sekitar 40 Km.
Naji (35), adalah salah satunya. Pria Palestina ini merantau ke Arish sejak tahun 1995. Untuk menyambung hidup, bapak satu anak ini bekerja sebagai sopir taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sulit," ujar Naji pada detikcom, Senin (11/10/2010).
Naji menjelaskan dia masih menjadi warga negara Palestina. Demikian pula anak dan istrinya. Setiap tahun, Naji memperpanjang visa untuk izin tinggal dan bekerja di Mesir.
"Saya hanya boleh pulang 3 kali setahun. Saat Idul Fitri, Idul Adha dan perayaan kemenangan perang 6 Oktober," terang Naji.
Naji mengaku tahu Indonesia melalui televisi dan media massa. Dia mengaku
bahagia masih ada perhatian pada Palestina.
"Saya tahu Indonesia. Tolong sampaikan terima kasih saya untuk masyarakat
Indonesia yang begitu memberikan perhatian pada kami," pesan Naji.
Selain Naji, seorang sopir taksi asal Palestina lainnya, Mahmud menjelaskan hal yang sama.
"Percuma punya banyak uang di Palestina. Di sana tidak banyak kebutuhan yang tersedia," terang Mahmud.
(rdf/anw)











































