meskipun jamaah haji belum tiba. BPHI cukup memiliki fasilitas yang lengkap. Dari Instalasi Gawat Darurat, ruang inap, terapi kejiwaan dan bahkan fasilitas operasi.
"Fasilitas operasi ada. Operasi misalnya penyakit paru seperti pemasangan WSD bisa dilakukan," kata Kepala BPHI Madinah Dokter Subagyo kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) di Madinah, Senin (11/10/2010).
Bila harus melakukan operasi besar, BPHI akan merujuk jamaah haji ke Rumah Sakit King Faahad Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
gangguan kejiwaan, BPHI juga membuka layanan kejiwaan. Ruangan untuk terapi ini akan dilengkapi kerangkeng bila diperlukan.
"Kita siapkan ruangan khusus. Untuk terali belum kita pasang. Nanti saja bila diperlukan," ujar Dokter Dahsriati SPKJ.
Ruang terapi kejiwaan diperlukan karena jamaah kemungkinan bisa mengalami stres akibat mengalami perbedaan budaya, makanan, cuaca dan bahasa. Stres juga terjadi karena jamaah sudah memiliki kecemasan tersendiri akibat cerita-cerita yang menakutkan soal kondisi tanah suci.
"Kan banyak yang memperingatkan hati-hati di sana nanti akan begini akan begitu, jadi belum apa-apa sudah takut duluan," jelas Dahsriati.
BPHI Madinah memiliki 55 tempat tidur pasien, 3 ambulans, 19 dokter, 24 perawat dan 4 apoteker. Tenaga kesehatan tersebut dibagi dalam 2 shift yakni pukul 08.00-20.00 dan pukul 20.00-08.00 waktu Madinah.
Jamaah haji Indonesia gelombang pertama akan tiba di Madinah pada Selasa
(12/10/2010).
Semua Kebutuhan Jamaah Haji Bisa Dibeli
Saat tiba di Madinah, jamaah haji tidak perlu cemas. Bila lupa membawa Riyal ataupun keperluan yang dibutuhkan, di kawasan Masjid Nabawi semua bisa dibeli. Di sekitar masjid mulia itu, tersebar toko-toko yang menyediakan semua kebutuhan jamaah.
Hanya melangkah melewati gerbang masjid Nabawi, banyak toko yang menyediakan barang-barang kebutuhan mandi, seperti sabun mandi ataupun sabun cuci, sikat gigi, pasta gigi, sampai krim pelembab. Maka bila jamaah lupa membawa atau ketinggalan barang-barang kebutuhan mandi tidak usah bingung.
Soal harga tidak perlu khawatir, karena tidak beda jauh dengan harga di tanah air. Bahkan ada yang lebih murah seperti krem pelembab Krem 21 yang dipakai untuk melindungi kulit dan bibir agar tidak rusak akibat cuaca ekstrem.
Keperluan untuk ibadah seperti sajadah, mukena, tasbih, kitab suci Alquran pun ada. Sandal, kaos kaki, sepatu pun ada. Aneka makanan ringan, minuman hingga oleh-oleh seperti kurma atau kacang Arab sangat mudah bisa ditemukan. Bahkan perhiasan emas dari cincin, kalung, gelang juga dijual.
Dan tidak ketinggalan tentunya aneka kartu perdana nomor Arab Saudi, seperti Zain, STC dan Mobily pun dijual. Dengan nomor lokal ini, akan lebih hemat menghubungi keluarga di tanah air.
Bila jamaah tidak membawa uang riyal tinggal menukarkannya di tempat penukaran uang yang jaraknya juga tidak jauh dari masjid suci tersebut. Namun perlu diingat meski semua kebutuhan bisa dibeli, jamaah perlu berhemat. Bila tidak membawa uang berlebih jangan lapar mata karena uang yang dibekalkan pada jamaah hanya 1.500 riyal. (iy/anw)











































