Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus, Bukti Penebangan Liar di Wasior

Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus, Bukti Penebangan Liar di Wasior

- detikNews
Senin, 11 Okt 2010 16:59 WIB
Kayu Gelondongan yang Terbawa Arus, Bukti Penebangan Liar di Wasior
Jakarta - Institut Hijau heran dengan pemerintah yang ngotot menyatakan tidak ada penebangan liar di Wasior, Papua Barat. Dari bukti yang ada, jelas bahwa kayu gelondongan yang ikut terbawa arus menunjukkan adanya praktek jahat tersebut.

"Bagaimana pemerintah menjelaskan kayu gelondongan yang berbawa arus? Bukti kayu gelondongan yang rapi terpotong itu menegaskan adanya penebangan hutan," terang Direktur Institut Hijau, Chalid Muhamad saat dihubungi detikcom, Senin (11/10/2010).

Kalau tidak ada penebangan liar, tentu jenis batangan kayu yang hanyut akan jauh berbeda. "Ada akar dan dahannya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah seharusnya membuka mata, jangan hanya melihat kondisi hutan dari udara saja. Praktek penebangan hutan di sana tidak bisa dipungkiri.

"Fakta di lapangan tidak bisa dipungkiri, ada kegiatan illegal logging dan ada pembalakan legal, dengan dalih izin pemanfaatan kayu rakyat. Memang bukan di hutan cagar alam, tapi masih masuk wilayah Wasior," terangnya.

Dia juga menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang dengan yakinnya menyatakan tidak ada penebangan liar, dan bencana terjadi bukan karena faktor tersebut.

"Saya kira terlalu menyederhanakan soal. Hutan kalau dilihat dari atas masih bagus, kalau masuk ke dalam, diyakini ada jejak penebangan," tuturnya.

SBY diminta harus sesegera mungkin melakukan pemeriksaan. Jangan-jangan, dia mendapatkan laporan yang tidak akurat. "SBY perlu cek dan ricek, dan Menhut harus menjelaskan mengenai itu," tutupnya.

Tragedi Wasior hingga kini sudah menewaskan 147 orang. Mereka tersapu air bah yang datang mendadak dari perbukitan. Rencananya presiden akan mengunjungi Wasior pada Rabu (13/10) mendatang.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini