Kemendiknas Bangun Sekolah Darurat di Wasior

Kemendiknas Bangun Sekolah Darurat di Wasior

- detikNews
Senin, 11 Okt 2010 15:19 WIB
Kemendiknas Bangun Sekolah Darurat di Wasior
Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan uang santunan sebesar Rp 4 juta kepada korban banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Santunan ini diperuntukkan bagi warga yang anggota keluarganya meninggal dalam bencana alam itu.

"Untuk korban yang meninggal kita akan beri santunan sebesar Rp 4 juta dengan catatan jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia sudah kita terima," ujar Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Jl Medan Merdeka Barat, Senin (11/10/2010).

Salim mengatakan, korban yang mengalami luka berat dan ringan tidak akan diberikan santunan, karena korban luka akan diobati secara gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua perawatan itu free," ucap Salim.

Selain santunan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan juga akan memberi bantuan melalui layanan pendidikan gratis.

"Untuk di Kementerian Pendidikan, kita sudah membuat 4 langkah dalam membantu pendidikan anak-anak di Wasior. Kita akan segera mengirimkan tim bantuan untuk pelayanan pendidikan," dalam keterangan tertulis Menteri Pendidikan Nasional (Kemendiknas) M Nuh yang dibacakan oleh stafnya.

M Nuh tidak hadir dalam rapat tingkat menteri hari ini. Ia menitipkan keterangan tertulis kepada stafnya. Dalam keterangan itu, M Nuh menjanjikan akan mendirikan sekolah darurat untuk anak-anak korban banjir.

"Saat ini kita sudah menyiapkan 10 tenda dan 1 tenda besar bantuan dari Unicef yang besar yang akan didirikan sebagai sekolah. Kita ingin jangan sampai kegiatan belajar mengajar terhenti terlalu lama," jelasnya.

Selain persiapan tenda, Kemendiknas mulai mempersiapkan buku-buku yang bisa dipakai anak-anak pengungsi saat belajar. Sekain itu, Kemendiknas juga mencari tenaga sukarela yang bersedia menjadi guru bagi anak-anak pengungsi.

"Lokasi belum kita pastikan tempatnya di mana," tulis Nuh dalam keterangan tertulisnya.

Akibat banjir bandagn bandang yang terjadi di distrik Wasior dan Wondiwoi, jumlah sementara korban meninggal 147 orang. Sedangkan untuk luka berat 158 dan luka ringan 535 yang telah dirawat di rumah sakit yang ada di Manokwari dan Nabire. Warga yang dinyatakan hilang sebanyak 103 orang.
(lia/gun)


Berita Terkait