Sesuai rencana yang dirancang oleh panitia, proses peringatan seribu hari dimulai hari ini Senin (11/10/2010) dengan pembangunan pondasi nisan untuk pusara Soeharto di makam keluarga Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar. Kepanitiaan itu dipimpin oleh Begug Purnomosidi, bupati Wonogiri yang memang kerabat dekat Cendana.
Batu nisan akan dipasang pada tanggal 16 Oktober mendatang. Sedangkan sebagai puncaknya adalah penyempurnaan yaitu berupa pemasangan maejan atau kepala nisan, tepat pada seribu hari wafatnya Soeharto pada 22 Oktober mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut Kepala Kantor Pengelola Makam Astana Giribangun, Sukirno, selain ditandai dengan pemasangan nisan, peringatan seribu hari wafatnya Soeharto juga akan ditandai dengan pembacaan doa tahlil di lima tempat sekaligus pada tanggal 21 Oktober malam.
"Direncanakan akan digelar di Masjid At-tin TMII Jakarta, di Kemusuk (tempat kelahiran Soeharto di Bantul), di nDalem Kalitan, di Astana Giribangun, dan di Monumen Jaten (rumah tempat kelahiran Tien Soeharto di Jaten, Karanganyar)," ujar Sukirno.
Pak Harto meninggal dunia dalam usia 87 tahun pada Minggu, 27 Januari 2008 setelah dirawat di RS Pusat Pertamina sejak 4 Januari 2008. Esok harinya, Pak Harto dimakamkan di Astana Giribangun dengan upacara militer dipimpin Presiden SBY.
(mbr/nrl)










































