"Selama ini hubungan kita dengan Muhammadiyah dan NU sangat baik. Kami akan merekatkan hubungan tersebut supaya makin akrab," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Senin (11/10/2010).
Priyo berharap, kedekatan ini membawa keuntungan politis. Dengan menguasai dua kantong suara ormas besar ini, Pemilu 2014 akan lebih dimenangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua PBNU Said Agil juga beberapa kali dihadirkan dalam acara Golkar. Said pernah diberi kesempatan ceramah di depan kader Golkar di bulan Ramadan lalu.
Kedekatan Golkar dengan Din sendiri sudah berlangsung lama. Din adalah mantan wasekjen Golkar di era kepemimpinan Soeharto. Din memutuskan keluar usai konflik pada tahun 1999.
"Dan juga dengan Pak Dien pernah di Golkar, jadi secara psikologis sudah ada hubungan pribadi dan emosional yang tertata baik," ucap Priyo.
Golkar makin yakin kelak NU dan Muhammadiyah akan jatuh kepangkuannya. Sebab, saat ini pun banyak kader Golkar yang juga anggota kedua ormas tersebut.
"Banyak warga Muhammadiyah dan warga NU adalah juga warga Golkar," tutur politisi berkacamata ini.
NU dan Muhammadiyah memang terus menjadi incaran sejumlah parpol. Belakangan ini saja, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar kian meningkatkan pendekatan ke massa NU.
Golkar sendiri sudah pernah berusaha mengincar Parmusi, ormas penyumbang suara PPP. Saat ini perburuan ormas untuk kepentingan politik makin marak.
(van/gun)











































